BANYUWANGI|BIDIK NEWS – Polemik puluhan bakal calon Kepala Desa yang tidak lulus seleksi dengan nilai nol dalam Pemilihan Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Banyuwangi, menjadi perhatian Asosiasi Kepala Desa Banyuwangi (ASKAB).
Para pengurus ASKAB menggelar musyawarah dengan anggota untuk menyikapi permasalahan tersebut, di kantor Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi, Selasa (03/09).
Dalam pelaksanaan tes bakal calon Kades yang digelar oleh pansel Pilkades, sejumlah bakal calon Kades mengeluhkan karena tidak mendapatkan nilai alias nol. Salah satunya dialami bakal calon Kades Kaligondo, Kecamatan Glenmore, Wasito.
ASKAB Banyuwangi menginginkan keadilan dan penjelasan tentang penilaian dalam seleksi bakal Calon Kades.
Dalam musyawarah, Sekretaris ASKAB, Ali Nurfatoni mengharapkan, agar permasalahan ini disikapi dengan tata aturan yang ada.
“Kita hanya meminta keadilan terkait ujian tes pilkades yang tidak ada nilai, kita harus menanyakan ke Panitia Seleksi (Pansel) di Kabupaten untuk bisa membuktikan bahwa bakal calon Kades Kaligondo tidak mengisi lembar jawaban dalam tes seleksi,” ujar Ali Nurfatoni.
Untuk itu, kata Toni sapaan akrab Ali Nurfatoni, pjhaknya akan membuat langkah-langkah prosedural dengan mengirimkan surat ke Pemkab Banyuwangi dan DPRD Banyuwangi.
“Kita akan mengirim surat ke Pemkab dan DPRD agar memanggil Panitia Pelaksana dan Panitia Seleksi, guna mempertanyakan ke Pemerintah Desa (Pemdes) dan Pansel terkait permasalahan Wasito, dengan meminta bukti dokumen ujian yang mendapatkan nilai nol dengan artian tidak dikerjakan,” jelas Toni.
Selain itu, lanjut Toni, pihaknya juga meminta kepada Pemkab Banyuwangi untuk menunda pelaksanaan Pilkades di Desa Kaligondo, Kecamatan Glenmore, mengingat masih ada permasalahan.(swr)











