BIDIK.NEWS | PACITAN – Pasca roboh dan patahnya Tower SUTT (Saluran Udara Tegangan Tinggi) Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sudimoro yg berkapasitas tegangan 150 KVA di RT 3/RW 9 Dusun Pule, Desa Ketepung, Kec. Menyingsing, Pacitan. PLN melakukan gerak cepat untuk memulihkan kondisi kelistrikan.
Akibat gangguan penghantar menyebabkan 3 Gardu Induk padam dan 10 Kecamatan berdampak pemadaman. Dalam kondisi hujan dan ancaman longsor susulan, petugas PLN langsung bekerja mengecek ke lokasi dan tidak ditemukan gangguan aliran listrik lainnya. Manuver beban kemudian dilakukan dengan interkoneksi Jawa Bali melalui Gardu Induk Ponorogo jalur ke Kab. Pacitan sebelum PLTU 1 Jatim Sudimoro beroperasi.
“Dalam 24 jam ini, PLN terus melakukan usaha perbaikan jaringan tower yang roboh bekerja sama dengan rekan Area Pengatur Distribusi, mengingat kondisi tanah disekitar Tower SUTT masih labil serta faktor cuaca saat ini sangat berpengaruh terhadap pengerjaan perbaikan tower SUTT,” ujar Wisnu Yulianto, Manajer Komunikasi, Hukum dan Administrasi PLN Disjatim, Sabtu (30/1/2018).
Akhirnya pada Sabtu (20/1/2018) pukul 20.15 WIB, infrastruktur penerangan jaringan aliran listrik di wilayah Kab. Pacitan sudah normal kembali dan sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kab. Pacitan seperti sudah menyalanya sinyal telekomunikasi.
Untuk target rencana pemulihan, ada beberapa langkah yang dilakukan seperti SUTT 150KV PLTU Pacitan – New Pacitan – Nguntoronadi akan dioperasikan 1 sirkuit, menggunakan Tower Emergency. “Sehingga SUTT 150 KV PLTU Pacitan – New Pacitan 1, bisa di optimalkan untuk evakuasi daya dari PLTU Pacitan. Target 28 Januari 2018 mendatang sudah beroperasi,” pungkas Wisnu. (hari)
Teks : Kondisi Tower SUTT Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sudimoro yg berkapasitas tegangan 150 kilo volt ampere (KVA) di RT 03 RW 09 Dusun Pule, Desa Ketepung, Kecamatan Kebonagung roboh dan patah. (Foto : ist)








