SURABAYA | BIDIK – Memasuk bulan suci Ramadan di akhir Mei 2017, PT PLN Disjatim terus melakukan berbagai persiapan guna menjamin kenyamanan para pelanggan di wilayah Jatim. Bahkan PLN Jatim menjamin pelayanan prima selama bulan suci Ramadhan.
“Selama Ramadhan, PLN tidak akan melakukan pemeliharan terencana pada jam-jam krusial di bulan Ramadan. Jam-jam krusial itu diantaranya pada pukul 17.00-20.00 WIB atau waktu berbuka puasa dan pukul 02.00-05.00 WIB atau masuk waktu sahur. Pada jam-jam tersebut kami tidak akan melakukan pemeliharaan terencana,” terang Deputy Manager Komunikasi dan Bina Program PT PLN Disjatim, Pinto Raharjo, Jumat (12/5/2017).
Menurut Pinto, pihaknya sudah melakukan koordinasi informal dengan 113 Rayon dan 16 area yang ada di wilayah kerja PT PLN Disjatim. “Setelah itu, tepat pada Selasa (16/5/2017) mendatang, kami bakal melakukan rapat koordinasi formal guna membahas hal teknis yang sering terjadi di bulan Ramadan,” tandasnya.
“Kami jamin pasokan listrik di bulan Ramadan aman sebab bila mengacu kepada daya listrik harian Jatim yang rata-rata besarnya mencapai 8.600 MW dengan beban puncak harian Jatim rata-rata sebesar 6.000 MW. Kami optimistis dapat mencukupi kebutuhan listrik di Jatim karena saat ini kita masih dalam kondisi surplus pasokan,” tutur Pinto.
Masih kata Pinto, PLN Jatim telah menyiapkan tim taktis yang disiagakan selama 24 jam nonstop, guna mengantisipasi bila ada gangguan yang diakibatkan bencana alam atau musibah. “Jadi, ke depan kami sangat optimistis dapat melayani pelanggan dalam kondisi 100 persen prima,” pungkasnya optimis. (hari)


