BIDIK.NEWS -| MADURA – Sebanyak 160 peserta santri, mahasiswa dan alim ulama se-Pamekasan mendapat edukasi kelistrikan dari PT PLN (Persero) Area Pamekasan melalui program PLN Peduli. Edukasi yang dirangkai dalam workshop bertema ‘Sistem Ketenagalistrikan yang Cukup, Aman, dan Handal Untuk Menuju Perubahan dan Perkembangan Ekonomi Nasional’ ini berlangsung di Pondok Pesantren (Ponpes) Mambaul Ulum Bata-Bata, Pamekasan, Madura pekan lalu.
Kegiatan yang merupakan rangkaian ‘Pekan Ngaji 3’ tersebut diawali pembacaan doa, ayat suci alquran oleh santri serta menyanyikan Lagu Indonesia Raya bersama. Dilanjutkan sambutan Ketua Panitia dan Dewan Akhwan Ustad Tohir yang mewakili Pengasuh Ponpes Mambaul Ulum Kyai Haji Abdul Hamid
“Kami sangat mengapresiasi kepada PLN yang banyak berkontribusi pada edukasi para santri. Melalui tema workshop yang cukup unik, yaitu ‘Ngaji Listrik’, tema ini bermakna memiliki spirit menggali edukasi kelistrikan dengan mengedepankan akhlak yang mulia yang dimiliki setiap insan manusia,” ungkap ustad Tohir.
Sementara GM PT. PLN (Persero) Disjatim Dwi Kusnanto menyampaikan kepada seluruh insan pondok untuk peduli listrik. Dikatakannya, salah satu kondisi di Madura yang menjadi perhatian adalah kondisi losses listrik yang menunjukkan angka 18.65%. Angka tersebut menggambarkan besaran gap yang terjadi antara daya yang disalurkan oleh PLN dengan pencatatan penjualannya.
“Gap yang dimaksud adalah susut penjualan, hal tersebutlah yang juga menjadi dasar pelaksanaan workshop ini digelar oleh PLN Area Pamekasan. Dengan adanya edukasi kepada para insan pondok, diharapkan dapat menularkan kepedulian terhadap listrik ke masyarakat seluas-luasnya, sehingga suatu saat Madura terbebas dari susut listrik,” pesan Dwi.
Sedangkan praktisi ketenagalistrikan Heru Subagiyo secara detail memaparkan pentingnya listrik dalam kehidupan manusia, permasalahan yang biasa timbul dalam pemanfaatan listrik, tips penggunaan dan perlakuan listrik secara baik serta keamananan dan keselamatan dalam mengoperasikan peralatan listrik.
Pada sesi kedua, peserta diajak melihat langsung proses distribusi sistem listrik serta pemeliharaan jaringan. Juga diajak mengetahui gangguan pada instalasi pemanfaatan tenaga listrik, seperti apabila kualitas material standarnya rendah, pemasangan yang tidak memenuhi standar, kerusakan pada kabel, sakelar hingga IPTL yang tersiram air/terendam air.
Lebih lanjut, pemateri menekankan keterlibatan masyarakat secara umum untuk mewujudkan terwujudnya ketenagalistrikan yang andal, aman, dan ramah lingkungan. Upaya tersebut berupa tidak bermain layang-layang di dekat jaringan, tidak membakar sampah di dekat jaringan, menggunakan listrik secara legal, serta ikut menjaga dan memelihara jarak aman/ruang bebas (ROW) pada jaringan.
Workshop juga dihadiri mitra kerja PLN, AKLI, pejabat pemerintahan dan pejabat militer Kab. Pamekasan. (hari)
Teks : Panitia pun menyiapkan sejumlah doorprize untuk kategori peserta aktif dan yang antusias selama berlangsungnya workshop. (Foto : ist)










