Di sisi proses pengolahan biji kopi, CSR PJB juga turut mendampingi dengan melakukan terobosan pembuatan lahan jemur komunal dengan memanfaatkan lahan non-produktif. Untuk mendapatkan pengeringan yang optimal, lahan penjemuran dibuat dengan rak jemur serta berpaving block.
Uniknya paving block yang digunakan dibuat dengan memanfaatkan sisa dari hasil pembakaran batubara (fly ash bottom ash) PLTU Paiton. Terobosan ini dapat menghemat lahan untuk menjemur, karena satu sak yang setara dengan 50 kg biji kopi membutuhkan lahan penjemuran 1,5 m².
Dengan estimasi panen tahun 2021 sebesar 80 ton, maka lahan yang dibutuhkan mencapai 2,4 Ha. Dengan memanfaatkan lahan jemur komunal dan rak jemur tentunya mengubah pola sosial masyarakat dalam pembukaan lahan untuk penjemuran dengan menebang pohon sehingga kelestarian tetap terjaga.
Pendampingan pada proses penjualan juga didampingi PJB UP Paiton. Sejumlah terobosan telah dilakukan untuk meningkatkan pemasaran kopi. Selain melalui pembuatan kedai kopi Lang Baling, produk kopi juga dijual melalui platform daring memanfaatkan online shoping dan website. Penjualan melalui outlet pada marketplace menjadi cara untuk memudahkan bagi masyarakat memasarkan produk kopi tidak hanya di lingkup kab. Probolinggo, namun bisa meluas hingga daerah lain.
Lang Baling yang dikembangkan sejak 2019 telah menjadi salah satu icon bagi Desa Andungbiru dalam mendistribusikan produk kopi khas desa tersebut. Tak hanya mengandalkan cita rasa kopi khas Andungbiru yang merupakan perpaduan antara jenis kopi arabica Colombia dengan kopi Brasil, kedai ini juga mengolahnya menjadi minuman kekinian yang digandrungi kawula muda.












