SURABAYA – Di tengah pandemi Covid-19, PT PJB melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) Unit Pembangkitan Paiton melakukan inovasi pembuatan trichokompos, penjemuran kopi komunal dan strategi pemasaran yang berhasil meningkatkan penjualan kopi bagi para petani kopi di Desa Andungbiru di lereng Gunung Argopuro.
Desa Andungbiru, Kec. Tiris, Kab. Probolinggo merupakan salah satu desa penghasil kopi jenis robusta dan arabika. Dari daerah berketinggian ± 900-1300 mdpl dengan curah hujan rata-rata 293-300 mm, tiap tahun masyarakat petani kopi dapat menghasilkan sekitar 145,6 ton kopi dalam bentuk green bean.
Di 2019, dimana pandemi Covid-19 mulai menyerang, turut mepengaruhi kehidupan petani kopi di Desa Andungbiru. Hasil panen yang tidak dapat terserap maksimal seiring penurunan produksi pabrik maupun tutupnya cafe serta restoran yang biasa menyerap produk kopi. Ditambah tingginya harga pupuk menjadi masalah baru bagi mereka.
Suto, ketua Kelompok Putra Kramat, salah satu kelompok pertanian di Desa Andungbiru mengungkapkan, pandemi ini tidak saja memberikan beban kesehatan, namun juga seiring peningkatan harga pupuk yang mencapai 29,20% dari tahun sebelumnya mengakibatkan pemupukan seringkali diabaikan. Imbasnya produktivitas dan kualitas tanaman kopi pun menurun.












