SIDOARJO|BIDIK-Merintis usaha kerajinan lampu hias dinding bukan perkara mudah, diperlukan ketelitihan, keuletan dan kesabaran tersendiri. Awalnya terasa sulit saat mendesain gambar, namun, kesulitan demi kesulitan dia laluinya dengan sabar, yang akhirnya menghasilkan karya yang bernilai tinggi.
Pius Budi adalah sosok pria kreatif, hasil karyanya lampu hias dinding sudah mulai dilirik beberapa konsumen. Saat ini, pihaknya sudah mulai berani menawarkan hasil kreasinya ke beberapa pemilik kafe, hotel dan beberapa restoran. Pasalnya, lampu hias dinding tersebut sangat kental dengan nuansa keunikan dan keindahan, terutama saat di pasang di dinding kamar, ruangan maupun di tempat kafe atau restoran.
Apalagi harga yang saya ditawarkan sangat murah dan terjangkau dengan kualitas barang yang bagus dan menarik. Mulai dari harga Rp 65 ribu-Rp 80 ribu per unit. “Tentu saja, harga tersebut sangat murah sekali. Dan tidak ada apa-apanya bagi konsumen perorangan, pemilik hotel maupun restoran dan kafe yang ingin mempercantik kamar maupun ruangannya dengan lampu hias tersebut,” terang Pius Budi yang juga seorang karyawan Kopegtel Citra Delta Sidoarjo ini saat dikonfirmasi di rumahnya Kaplingan Lapindo Desa Ketegan Tanggulangin perbatasan dengan Desa Karangtanjung Candi-belum lama ini.
Karena kesibukannya menjadi karyawan Telkom, usaha yang dirintis sejak setahun lalu itu hanya sebagai usaha sampingan saja, walau begitu kalau ada orang yang pesan juga dilayani sesuai permintaan yang diinginkan. “Kalau ada pelanggan yang ingin memesan dengan desain dari mereka, saya lebih senang, tinggal buatkan saja,” papar Pius.
Namun, lanjut Pius lampu hias dinding yang dibuat seperti gambar kalajengking, kupu-kupu serta burung dan segala macam, harganya juga tidak sama, tergantung tingkat kesulitannya. “Semakin sulit gambarnya, semakin mahal harganya, namun masih dibawah harga seratus ribu,” papar Pius.
Ajukan Kredit, Setahun Belum Cair
Untuk mengembangkan usahanya, Pius ingin menambah modal usaha dan mencoba mengajukan kredit dana bergulir dari Pemkab Sidoarjo melalui Dinas Koperasi. Ia sudah mengajukannya sejak setahun lalu, dengan mengirimkan berkas-berkas yang sudah ditentukan sesuai persyaratan, hingga detik ini dana yang ditunggu-tunggu melalui bank Jatim tersebut belum juga nongol. “Saya sudah mengajukan kredit dana bergulir melalui dinas Koperasi dan sudah setahun lebih, namun hingga hingga kini belum ada kejelasan pencairan dan belum pernah ada petugas yang survey ke rumah usaha saya di Kaplingan Lapindo Desa Ketegan Blok C/16 Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo dengan nomor HP: 085706988837 Nomor WA: 082331270711. Padahal saya cuma mengajukan kredit Rp 5 juta untuk tambahan beli peralatan,” pungkas Pius kesal sambil menambahkan bahwa selama ini ia mengaku menggunakan peralatan sederhana dan manual saja.
Sementara Dinas Koperasi sebagai leading sector dan bank Jatim sebagai pihak yang mencairkan dana belum berhasil dikofirmasi. (zainul)






