SAMPANG l BIDIK NEWS – H. Slamet Junaidi, Bupati Sampang beserta wakilnya H. Abdullah Hidayat, berencana akan mengganti sejumlah pimpinan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Hal ini disebabkan kedua petinggi tersebut kurang puas dengan kinerja para pimpinan BUMD yang bergerak di sektor eksplorasi minyak dan gas bumi (BUMD Migas).
Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi, menilai perlu untuk melakukan penyegaran terhadap pimpinan BUMD yang ada di Kabupaten Sampang, untuk mendapatkan pengelolaan yang lebih baik lagi demi menunjang keadaan Sampang yang saat ini jauh tertinggal dengan kabupaten yang lain.
“Sejumlah BUMD yang ada di Kabupaten Sampang saat ini sangat minim kontribusinya. Bagaimana bisa untuk memajukan daerah, jika seperti itu sulit bagi kemajuan daerah. Penilaian ini muncul setelah mengkaji ‘rapor’ kinerja masing-masing BUMD yang ada di kabupaten sampang,” ungkap H. Slamet.
H. Slamet menambahkan, dirinya sangat berantusias memajukan setiap bidang BUMD. Untuk itu, orang nomer satu di Sampang tersebut berkeyakinan penyegaran sumber daya manusia (SDM) di setiap BUMD merupakan solusi yang tepat.
“Saya antusias sekali memajukan di setiap bidang BUMD. Tentunya dengan perombakan SDM menjadi solusi, bukan alternatif lagi, karena sebelumnya penyegaran SDM sudah dilakukan tapi minim manfaat,”imbuhnya.
Lebih lanjut, H. Slamet Junaidi memastikan tidak akan gegabah menunjuk pucuk pimpinan BUMD yang baru. Dirinya bakal mengkaji dan mengadakan sebuah rapat yang akan digelar khusus untuk menentukan kriteria ideal untuk mengelola usaha migas, sehingga mampu menyehatkan BUMD yang ada di Kabupaten Sampang.
“Kami tidak ingin gegabah untuk mengisi siapa yang pantas untuk berada diposisi itu, kami ingin melihat orang yang memang profesional dan berpengalaman di bidang usaha bukan asal tunjuk” katanya.
Disinggung penyebab kegagalan pengelolaan BUMD, Slamet Junaidi enggan menanggapi lebih jauh. Dia hanya berharap penyegaran pimpinan BUMD membawa perbaikan di segala sektor Migas.
“Itu menjadi catatan kami sendiri, yang ingin kami perbaiki adalah kinerja, perombakan SDM merupakan cara utama untuk perbaikan,”pungkasnya.(syam).











