BATU I bidik.news – Ketua presidium pokja pendirian Kota Batu, Andrek Prana, meminta calon walikota Batu dan wakil memberikan komitmen yang jelas kepada masyarakat Kota Batu, Sabtu (24/8/2024).
Selain itu Andrek juga menghimbau warga pemilih di Kota Batu, agar tidak hanya memilih karena popularitas, elektabilitas dan rasa senang semata.
“Saya menghimbau warga pemilih di Batu, agar tidak hanya memilih karena popularitas, elektabilitas dan rasa senang semata.Tapi juga perlu menilai ada tidak komitmen calon kalau sudah jadi,” kata Andrek,Sabtu (24/8/2024).
Itu kata dia, Kepala Daerah dan wakilnya mempunyai tugas utama mengayomi dan melindungi masyarakat dan Kota Batu
Saat ditanya terkait komitmen yang perlu disampaikan pasangan calon kepala daerah dan wakilnya? Andrek menyebut banyak hal, dan ia memberi beberapa contoh.
“Hal lain,punya gak calon keinginan mengembalikan lagi candi air panas dan kawasan Songgoriti menjadi milik Pemkot Batu dan dibangun lagi jadi kawasan wisata dan pemberdayaan warga sekitar,” ujarnya.
Itu ujar dia,merupakan salah satu komitment yang harus dilakukan, dengan komitmen tersebut Andrek meyakini bakal calon walikota dan wakilnya akan mendongkrak perolehan suara.
“Masih banyak hal yang bisa jadi komitmen calon, dan itu bakal mendongkrak perolehan suara yang signifikan,”tegas pengamat politik Kota Batu ini.
Meski begitu,tegas dia, terkait komitmennya tersebut, rusak usah secara tertulis, dan itu cukup disampaikan kepada masyarakat saja,”sarannya.
Sisi lain ia menegaskan terkait komitmen yang perlu dilakukan oleh para calon kepala daerah, diantaranya, bagaimana punya komitmen tetap akan mempertahankan Kota Batu sebagai Kota yang “Bernuansa Desa”.
“Sehingga kultur desa tetap terjaga, misal watak “Guyup Rukun Wong mBatu” seperti gelaran selamatan desa dan lainnya,”tambahnya.
Para calon harus paham keistimewaan kota. Menurutnya Kota Batu ini merupakan view pemandangan alam dan udaranya fantastis, sehingga tidak boleh sembrono (sembarangan) semaunya sendiri mengeluarkan izin pembangunan yang mengesankan keberadaan Kota Batu tidak terkonsep dengan jelas tanpa kontrol.
“Kalau tidak terkontrol, bisa jadi kawasan beton – beton, yang bisa merusak alam dan mendatangkan bencana banjir dan bencana lain sebagainya ,” tambahnya.
Menyimak birokrasi,pihaknya meminta bagi para calon,ketika sudah terpilih menjadi Walikota Batu, agar berkomitmen memperpendek jalur birokrasi yang berbelit belit, bisa jadi lebih mudah.
“Calon pasti punya komitmen, dan warga mudah bertemu pimpinan kepala daerah menyampaikan aspirasinya. Walikota harus siap menyelesaikan permasalahan warga dengan waktu yang terukur, dalam memberi pelayanan masyarakat, khususnya masyarakat Kota Batu,” pungkasnya.(Gus)











