SAMPANG – Menjelang musim penghujan para petani yang mau bercocok tanam padi sudah bersiap untuk melakukan penanaman bibit padi. Menghadapi musim tanam ini, para petani jangan kuatir untuk persedian pupuk di kabupaten Sampang. Persediaan pupuk bersubidi saat ini tercukupi.
Menurut Kadis Pertanian Suyono saat ditemui di ruangannya, untuk masalah pupuk bersubsidi pada tahun 2021 ini meningkat sangat signifikan sekali. Meskipun meningkat stok pupuk saat ini masih aman meskipun ada perubahan alokasi dari Provinsi Jatim.
Menurutnya, peningkatan kebutuhan pupuk bersudsidi ini dikarenakan ada realokasi dari Provinsi sehingga ada perubahan untuk Kabupaten Sampang, untuk pupuk Urea masih tetap dapat jatah 35 ribu ton untuk anggaran tahun ini. Akan tetapi ada pengurangan pada pupuk Za dari 10.800 menjadi 8.352 ton, untuk SP dari 14.104 menjadi 6.681. Sementara itu, untuk NPK dari 21.219 ton menjadi 11.600 Ton, sedangkan untuk pupuk organik dari 11.468.menjadi 5.847 ton.
“Realokasi pupuk ini, kita akan melakukan breakdown ke lima distributor. Catatan kita tiga bulan terakhir, kita sudah bicarakan pada masing-masing distributor tentang realokasi ini. kami meminta agar distributor mampu menyalurkan semuanya. Namun para distributor meminta agar quota pupuk dikembalian kesemula. kami berharap pupuk yang tersedia terserap ke semua petani,” terangnya.
Lebih lanjut dikatakan, agar tidak ada penyalahgunaan harga pupuk bersubisidi, pihaknya meminta agar para petani jika membeli pupuk bersubidi didistributor atau kios agar meminta nota penjualan. Jika dinota tersebut harga yang dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) maka akan kami tindak dengan tegas.
” Penjualan pupuk bersubisi jika diatas HET itu merupakan pelanggaran dan harus ditindak tegas. kita akan laporkan ke polisi jika ada distributor atau kios yang menjual pupuk bersubsidi diatas HET” tegasnya. (syam)










