SURABAYA | BIDIKNEWS – Bertempat di Ruang M, Ibis Hotel Jalan Basuki Rahmat,, Selasa 28 Mei 2019, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa TimurTbk (Bank Jatim) dalam menyambut bulan suci Ramadan 2018 mengadakan buka puasa bersama awak media.
Mengawali pembicaraan, Pgs Direktur Utama Bank Jatim Ferdian Timur Satyagraha mengatakan, pada kesempatan yang baik ini kepada rekan-rekan media “Di bulan Ramadan yangsuci ini, kami dari Bank Jatim mohon maaf lahir dan batin atas segala kesalahan, baik yang di sengaja maupun yang tidak di sengaja,” tuturnya.
Di bulan yang suci ini diharapkan adalah hal-hal yang baik dari Bank Jatim dapat diinformasikan. Lanjutnya, pada era digitalisasi ini, berbagai inovasi telah dilakukan oleh Bank Jatim.
Inovasi terbaru dari Bank Jatim pada April 2019, yakni telah meluncurkan aplikasi untuk kredit dengan sistem elektonik, seperti elektronik kredit multi guna (e-KMG) dan elektonik pinjaman (e-Loan).
Aplikasi e-KMG ditujukan bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Aparatur Sipil Negara (ASN), sedangkan e-Loan untuk pengajuan kredit produktif. “Proses pengajuan kreditnya pun cukup melalui handphone dengan sistem mobile banking, sehingga nasabah tidak perlu lagi datang ke kantor Bank Jatim,” jelasnya.
Sementara untuk teknisnya, Pimpinan Divisi Teknologi Informasi Bank Jatim Arif Wicaksono menerangkan, bahwa tugas divisi teknologi dan informasi adalah memberikan
support terhadap bisnis dalam rangka untuk meningkatkan ekspansi kredit, seperti inovasi yang terbaru dari Bank Jatim, yakni e-KMG dan e-Loan merupakan sebuah aplikasi yang tujuannya untuk digitalisasi layanan. “Dulu, nasabah yang mau mengajukan kredit, biasanya harus ke kantor Bank Jatim dan
pelayanannya dilayani di kantor. Namun kini, dengan adanya aplikasi tersebut, bisa langsung akses, baik kredit untuk para PNS/ASN namanya e-KMG, dan e-Loan untuk pengajuan kredit produktif,” terangnya.
Menurut Arif, sistem digitalisasi adalah proses layanan untuk mempermudah nasabah dan meningkatkan servis level. Harapannya agar layanan terhadap para nasabah akan dipermudah, dipercepat dan lebih efisien, sehingga proses sampai dengan persetujuannya bisa secepat mungkin sampai ke nasabah, itu tujuannya.
Diluar itu, Bank Jatim juga sedang develope, untuk pendaftaran nasabah secara elektonik, itu juga menggunakan internet. Mengenai kluenya e-KMG, nasabah cukup menggunakan aplikasi pada handphone. Kemudian diverifikasi dulu, apakah nasabah itu adalah PNS/ASN, harus terdaftar dulu di ASN.
Kalau sudah terdaftar di ASN, maka sudah bisa masuk ke state berikutnya, yaitu baru bisa memilih.
Ada tiga pilihan alternatif. Pilihan pertama, mau mengajukan kredit baru di Bank Jatim. Pilihan kedua, sudah punya kredit di Bank Jatim dan mau mengajukan kredit dengan kompensasi menaikan plafon nilai kredit (top up). Dan pilihan yang ketiga, nasabah di usia pensiun dan mengajuan kredit pra pensiun.
“Ketiga pilihan tersebut, untuk mekanisme pengajuan kredit. Tatkala sedang mengajukan kredit, nantinya akan dihitung oleh sistem, kira-kira pengajuan kredit dengan plafon berapa,
dengan suku bunga yang berlaku berapa. Hasilnya, sistem dari administrasi yang secara otomatisakan mengelola secepat mungkin dan akan mendapatkan jawaban, apakah kreditnya disetujui atau tidak, dan plafonnya yang disetujui berapa. Nantinya nasabah tinggal menunggu, dan diverifikasi dulu oleh pihak bank,” paparnya.
“Dengan sistem seperti ini, akan lebih mudah bagi para nasabah dalam mengajukan kredit, nasabah tidak harus datang ke kantor bank yang memakan waktu,” tambahnya. (rinto)











