BIDIK NEWS | JEMBER – Sudah sekian lama mengabdikan diri sebagai seorang Aparatur Sipil Negara (ASN). Baru sekarang di zaman Bupati Faida menjabat, para pensiunan ini berkesempatan menginjakkan kaki ke Pendopo Kantor Bupati Jember.
Hal ini terungkap saat Bupati Jember, dr.Hj.Faida MMR mengundang puluhan pensiunan ASN untuk makan pagi bersama di Pendopo Wahyawibawagraha, Senin (14/1) pagi.
Dikatakan Faida, undangan ramah tamah kepada para pensiunan ASN ini sebagai rasa terima kasih dan hormat, karena sudah mengabdikan tenaga dan pikiran kepada Pemkab Jember.
“Saya sengaja ingin mengundang para pensiunan untuk sarapan pagi bersama. Bagi saya, beliau-beliau semua ini merupakan pahlawan. Karna saya tahu, bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai panhlawannya. Begitu juga Kabupaten yang besar adalah Kabupaten yang menghargai para pensiunanya,” katanya.
Ditambahkan Faida, inisiasi sarapan pagi dan memberikan SK Pensiun ini bukanlah yang pertama kali dia lakukan. Karena menurutnya ini sangat perlu, dan Faida ingin memastikan para pensiunan setelah pulang dari pendopo, semuanya harus sudah memegang SK Pensiun.
“Saya sangat sedih saat menerima sms dari seorang pensiunan penjaga sekolah yang memberikan informasi, bahwa sudah mengabdi puluhan tahun. Tapi ngurus pensiunan kok begitu sulit. Sudah 9 bulan pasca pensiun, penjaga sekolah ini tidak menerima gaji hanya gara-gara tidak ada SK Pensiun,” ucapnya prihatin.
“Ini sangat menyedihkan sekali dan saya yakin ini tidak terjadi kepada satu orang saja. Bagi saya aneh sekali, dimana prosedurnya sudah jelas, tapi masih terjadi hal yang demikian. Karena itu saya minta keikhlasan bapak Ibu untuk membantu saya agar kejadian ini tidak terulang lagi,” ujar Faida serius.
Dikatakannya, sejak pagi tadi Dia sudah menandatangani sebanyak 30 SK Pensiun. Faida juga heran dan agak geram, mengapa SK Pensiun tersebut tidak sekalian saja ditanda tangani. Sehingga tidak perlu dilakukan 2 kali dan ini akibat dari komunikasi yang kurang baik.
“Ok lah saya anggap kejadian ini bukan suatu kesengajaan, tapi yang jelas tidak ada kepedulian. Dan orang yang paling bertanggung jawab dalam hal ini adalah saya,” ungkap Bupati.
Usai acara, kepada awak media, Faida sekali lagi menegaskan agar kejadian seperti ini tidak bisa dibiarkan dan tidak boleh terulang lagi. “Banyak di antara mereka yang mengurus pensiunan adalah para janda. Masak ngurus pensiun saja makan waktu hingga1,5 jam, ini sesuatu yang tidak bisa dibiarkan,” tegasnya.
Atas kejadian ini, Faida mengaku sangat prihatin. “Dalam seminggu ini kita akan urai, dimana titik persoalanya dan kita akan perbaiki SOP’nya. Dan kita akan umumkan kepada publik hasilnya. Jika ada temuan dan terbukti ada oknum yang menghambat pasti kita akan tindak tegas,” pungkasnya. (monas)











