SURABAYA – Pertumbuhan ekonomi dunia di 2020 diprakirakan akan mengalami kontraksi akibat adanya Covid-19. Diperkirakan akan kembali tumbuh tinggi pada 2021 (V-shape Recovery) sejalan dengan hasil positif sejumlah bauran kebijakan yang ditempuh banyak negara di 2020 dalam menghadapi pandemi Covid-19 termasuk Indonesia.
“Hal ini mendorong pula optimisme perekonomian Jatim yang akan recovery lebih cepat, sejalan dengan respon penanganan Covid-19 dari berbagai pihak, baik Pemerintah Pusat, Pemda serta dukungan masyarakat secara umum,” ungkap Difi Ahmad Johansyah, Kepala Perwakilan BI Jatim saat diskusi online bersama media, Selasa (28/4/2020).
Optimisme itu, lanjut Harmanta Kepala Grup Advisory dan Pengembangan Ekonomi BI Jatim didukung dengan hasil asesmen IMF yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi dunia di 2020 diprakirakan akan mengalami kontraksi -3% (yoy). Namun diperkirakan akan kembali tumbuh tinggi 5,8% di 2021.
Di sisi lain, kondisi inflasi juga relatif stabil dan terjaga dalam rentang target inflasi nasional, yakni 3±1%. Sejumlah upaya telah dilakukan oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), baik di level Provinsi maupun Kabupaten/Kota dalam menjaga stabilitas harga, ketersediaan pasokan serta kelancaran distribusi komoditas pangan strategis di tengah penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah wilayah.
Difi juga menyampaikan, apresiasinya kepada Pemprov Jatim yang telah meresmikan Lumbung Pangan Jatim sebagai upaya untuk memastikan tersedianya pasokan pangan strategis dengan harga yang stabil. Dengan layanan yang sesuai protokol Covid-19, serta dapat diakses secara online, Lumbung Pangan Jatim mampu mendukung pemenuhan kebutuhan pangan strategis masyarakat Jatim.
BI Jatim juga terus berupaya mendorong sektor rill (UMKM dan Pesantren) melalui peningkatan kapasitas secara digital. Beberapa pelatihan terus dilakukan secara digital agar UMKM mampu bertahan selama pandemi Covid-19. Pelatihan ini mencakup kemampuan adaptasi produksi (shifting) usaha, hingga digital marketing untuk memperluas jangkauan penjualan produk UMKM.
“BI Jatim juga akan terus berkoordinasi dan bersinergi dengan Pemprov Jatim dan otoritas terkait dalam menempuh langkah-langkah kolektif untuk melakukan pemantauan, asesmen dan mitigasi implikasi penyebaran COVID-19 terhadap stabilitas ekonomi di Jatim,” imbuh Difi.











