PASURUAN I BIDIK. NEWS – Selalu ciptakan inovasi baru PDAM Giri Nawa Tirta Kabupaten Pasuruan terus melesat prestasinya. BUMD milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan ini kembali membuat kejutan setelah dari penilaian Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) tahun 2022, berhasil merangsek ke posisi keenam terbaik di Jatim.
Padahal setahun sebelumnya, PDAM Giri Nawa Tirta masih berada di peringkat tujuh. Setahun berikutnya, BUMD ini berhasil naik satu peringkat lebih baik.
Ini menjadi tanda bahwa BUMD ini terus berbenah dalam memperbaiki sistem di internal ataupun eksternal BUMD. Ini menjadi indikator bahwa BUMD ini sehat. Ini sejarah bagi perkembangan PDAM Giri Nawa Tirta, karena masuk 10 besar, bahkan masuk dalam deretan PDAM yang besar nama dan prestasinya.
Di urutan pertama adalah PDAM Banyuwangi, diikuti Kabupaten dan Kota Madiun, Kota Malang serta Kota Surabaya.
Direktur Utama (Dirut) PDAM Giri Nawa Tirta, Za’ari mengaku bersyukur dengan raihan penilaian yang cukup baik untuk perusahaan daerah yang dipimpinnya ini. Ia menyampaikan terima kasih kepada Bupati Pasuruan, jajaran pegawai dan seluruh stakehoder terkait yang sudah menjalin kerjasama dan sinergitas yang baik.
“Kami terus berusaha memperbaiki internal dan eksternal. Itu menjadi komitmen kami sejak awal diberi amanah memimpin BUMD ini,” kata Za’ari, Senin (03/04/2023).
Untuk internal, kata Za’ari, misalnya perbaikan masalah struktur organisasi, dan eksternal melayani masyarakat dengan sistematis. “Bagi saya, kalau internalnya sudah baik dan tertata, otomatis akan memperbaiki sistem pelayanan yang keluar sehingga optimal,” jelasnya.
Menurutnya, penilaian ini mencakup keseluruhan. Intinya, adalah bagaimana bisa mewujudkan Good Corporate Government di PDAM ini.
“Semuanya kami benahi, seperti SDM, pelayanan menyeluruh, sistem keuangan, penyelamatan aset – aset dan lain sebagainya,” ungkapnya.
Ari sapaan akrabnya menambahkan dengan jumlah pelanggan yang tidak sampai 40 persen, pihaknya menduduki jajaran atas PDAM di Jawa Timur. “Ini menjadi pencapaian luar biasa, sebab PDAM yang masuk lima besar lainnya, rata-rata memiliki pelanggan di atas 40 persen,” ujarnya.
Ini menjadi tolak ukur jika PDAM Giri Nawa Tirta terus berbenah dari tahun ke tahun. Dari urutan 32 menjadi 6 itu adalah lompatan luar biasa. Ia mengaku bahwa hasil ini menjadi semangat dan motivasi ke depan untuk terus memperjuangkan pelayanan kepada masyarakat.
“Prinsipnya, kami bekerja di ranah publik service, jadi harus menjadikan pelanggan raja di istananya. Kami akan berbuat maksimal untuk kepuasan pelanggan,” tutur Arek Suroboyo.
Ari selalu memberikan inovasi dan pengarahan kepada stafnya agar selalu memberikan dan mendahulukan pelayanan yang terbaik kepada pelanggannya.
“Intinya berikan yang terbaik bagi pelanggan karena pelayanan yang terbaik akan memberikan kepuasan bagi pelanggan tersebut,,” tukas Ari. (rusdi)











