BIDIK NEWS | SURABAYA – Hebat sekali penjaga pintu ruang panitera Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, bisa mewakili jawaban panitera Sugeng Wahyudi saat coba dikonfirmasi oleh awak Bidik.
Panitera Sugeng Wahyudi yang diketahui pada Jumat minggu ini bertugas di Denpasar Bali, mencoba untuk dikonfirmasi terkait kesan dan pesan selama bertugas di Pengadilan Negeri Surabaya.
Saat awak Bidik hendak masuk ke ruangan, disambut oleh penjaga pintu yang diketahui bernama Raja itu dengan tampang yang kurang mengenakkan. Pegawai honorer tersebut lalu bertanya ” Ada perlu apa mas ? ” tanya Raja ketus. (20/08/2018)
Awak Bidik langsung menjawab ingin konfirmasi terkait kesan dan pesan panitera yang akan pindah tugas ke Denpasar, Bali. Tak disangka Raja, yang kesehariannya hanya membukakan pintu bagi orang yang ingin menemui panitera tersebut langsung menjawab dengan muka menyebalkan ” Masih ada tamu, ga ada kesan apa-apa,” ketus raja seolah mewakili keterangan Panitera Sugeng.
Usai mendengar jawaban tersebut, awak Bidik lalu bergegas pergi keluar menuju lift. Arogansi seorang pegawai honorer yang bertugas di PN tersebut sangat tidak bisa di mengerti oleh awak Bidik. Etika kesopanan sebagai seorang yang bekerja pada instansi hukum dan menjaga pintu bagi mereka yang mempunyai kepentingan untuk bertemu dengan panitera diabaikan. Arogansi yang sangat tidak pantas dimiliki dan ditunjukkan pegawai honorer semacam Raja.
Dengan keberanian tinggi, sebagai pegawai honorer dirinya bisa memgklaim dengan mengatakan bahwa panitera Sugeng tidak mempunyai kesan dan pesan apa-apa selama bertugas di Pengadilan Negeri Surabaya. Jawaban dengan nada tinggi disampaikan tanpa pikir panjang terlebih dahulu. (jak)










