BATU I bidik news – Pengamat Poltik Batu, Andrek Prana menyarankan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batu, dalam Pilihan Kepala Daerah (Pilkada) mendatang menampilkan debat kandidat yang berbobot.
“Memperdebatkan masalah – masalah aktual yang terjadi di Kota Batu,
agar para calon Walikota Batu nanti punya komitmen dan paham soal persoalan di Kota Batu,” kata Andrek, Sabtu (3/8/2024).
Debat sejumlah kandidat Cawali tersebut, menurutnya agar para colan mendatang ketika terpilih tidak hanya mendesain pencitraan dan janji – janji belaka ibarat pepesan kosong.
“Debat bermutu dan menarik akan banyak pemilih menggunakan hak pilihnya.Panelis debat bisa bertanya beberapa persoalan di Kota Batu.
Misal bagaimana cara menyelesaikan Songgoriti, dan berbagai masalah di batu,terkait aset sudah puluhan tahun tidak ada progres yang signifikan,” ujarnya.
Itu ujar dia, persoalan Songgoriti yang terkatung – katung belum ada greget dari pemerintah untuk menyelesaikan.
“Padahal Undang – Undang No 11 Tahun 2001 tentang pembentukan Kota Batu jelas memerintahkan semua aset milik Kabupaten Induk, Kabupaten Malang dan Provinsi, serta pusat yang ada di Kota Batu harus diserahkan,” paparnya.
Sisi lain papar dia,selain aset masalah pemerintahan yang aktual juga perlu dijadikan materi debat.
“Misal pengelolaan keuangan. Bagaimana calon bisa menyelesaikan Sisa Lebih Pengunaan Anggara (SILPA) setiap tahun selalu besar. Bahkan satu periode walikota pernah Silpa mencapai lebih dari satu triliun,” ungkapnya.
Ini ungkap dia, daripada Silpa menurutnya mending dibagikan kepada rakyat dalam bentuk usaha kecil yang produktif.
Kembali pada debat, menurut Ketua Pokja Peningkatan Status Kota Batu ini, KPU dengan debat yang berbobot bisa meningkatkan kwalitas pelaksanaan pemilu.
“Ada baiknya sebagai persiapan acara debat kandidat KPU bisa mengundang tokoh – tokoh untuk meminta bahan masukan,” saran dia.
Seperti halnya masalah pembangunan pariwisata yang kesannya terlalu banyak seremonial dan hanya terkesan hura – hura tanpa guna hanya habiskan anggaran tidak meninggalkan jejak rekam yang bermanfaat, dan terkesan cuman seremonial dan pencitraan.
“Seharusnya fokus.Misal seperti penataan pasar wisata PKL yang lebih tertata rapi dan menarik, karena ini kota wisata harus punya konsep jelas tentang penataan kotanya,” lanjutnya.
Ia katakan kembali dengan debat yang berbobot, menurut Andrek masyarakat bisa membaca karakter dan komitmen pada calon kepala daerah.
“Masyarakat bisa melihat dan mendengar dalam debat tersebut, kemudian bisa menilai pantas dan tidaknya kandidat calon pemimpin Kita Batu mendatang, dan masyarakat bisa memilih Walikota Batu yang terbaik,” tegasnya.
Olehkarena itu, tegas dia, KPU diharap menghadirkan debat kandidat yang berbeda dengan tahun sebelumnya.
“Kita ingin tahu komitmen para calon.Jangan seperti yang sudah – sudah hanya pencitraan dan seremonial tanpa kerja nyata buat masyarakat,” sindirnya.(Gus)











