JEMBER– Wakil Rektor I bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Jember, Zulfikar di kampus Tegalboto (10/4). Hingga masa pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2017 ditutup tanggal 6 Maret 2017 lalu, tercatat sebanyak 18.079 siswa mendaftarkan diri di Universitas Jember. Selanjutnya berkas para pendaftar tadi masuk pada tahap seleksi yang dilakukan sejak tanggal 16 Maret 2017, dan hasilnya akan diumumkan pada tanggal 26 April 2017 nanti.
Menurutnya, jumlah pendaftar SNMPTN di Universitas Jember tahun ini lebih sedikit dibandingkan tahun lalu yang mencapai 32.941 peserta. “Penurunan ini di karenakan adanya aturan baru dalam SNMPTN, bagi sekolah berakreditasi A maka hanya 50 persen siswa terbaiknya yang boleh mendaftarkan diri, 30 persen untuk sekolah akreditasi B, 10 persen untuk sekolah akreditasi C, dan 5 persen,” jelas Zulfikar.
Tahun akademik 2017/2018 dari jalur SNMPTN, Universitas Jember bakal menerima 2.426 mahasiswa baru, jumlah ini lebih banyak dari tahun lalu yang hanya 2.342. Meningkatnya jumlah mahasiswa baru yang diterima dari jalur SNMPTN, tidak lepas dari lima program studi baru yang dibuka oleh Universitas Jember. “Tahun ini, Universitas Jember membuka lima program studi baru yakni, Program Studi Ilmu Tanah, dan Program Studi Proteksi Tanaman di Fakultas Pertanian. Program Studi Ekonomi Syariah di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Program Studi Pendidikan IPA di FKIP, serta Program Studi Teknologi Informasi di Program Studi Sistem Informasi,” tutur Zulfikar.
Sementara dari data yang ada, untuk program studi Sains-Keteknikan di Universitas Jember, program studi rumpun kesehatan seperti Fakultas Kedokteran, Fakultas Farmasi, dan Fakultas Kedokteran Gigi masih menjadi favorit. Sementara pilihan berkuliah di program Studi Akuntansi, Hubungan Internasional, dan Pendidikan Bahasa Inggris menjadi pilihan bagi siswa yang memilih kuliah di program studi Sosial Humaniora. Dari jumlah total pendaftar jalur SNMPTN di Universitas Jember, ada 6.308 siswa yang mendaftarkan diri dengan beasiswa Bidik Misi. Tahun lalu, Universitas Jember menerima 1.000 mahasiswa baru dengan beasiswa Bidik Misi,” kata Zulfikar.
Untuk diketahui, mahasiswa baru yang mendaftarkan diri dengan beasiswa Bidik Misi akan kuliah selama 4 tahun tanpa perlu membayar, bahkan setiap bulan mendapatkan uang bulanan. Para penerima beasiswa Bidik Misi adalah siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu. Zulfikar juga mengingatkan agar siswa yang telah diterima melalui jalur SNMPTN, konsekuen dengan pilihannya. “Jangan sampai sudah memilih program studi tertentu namun tidak dimasuki, sebab hal ini tentu saja merugikan PTN sekaligus merugikan pendaftar lainnya. Bahkan bisa saja PTN yang bersangkutan bakal memberikan sanksi tegas kepada siswa dan sekolah asalnya,” pungkas Zulfikar. (monas)







