PASURUAN I bidik.news – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan mulai memacu pembangunan infrastruktur jalan sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan keamanan wilayah. Program tersebut disiapkan untuk direalisasikan pada 2026 ini.
Pembangunan dan pemeliharaan jalan akan menyasar seluruh wilayah di 24 kecamatan.
Total panjang jalan yang masuk dalam rencana penanganan mencapai lebih dari 1.600 kilometer.
Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Pasuruan Sarinah Rostief menegaskan, pembangunan infrastruktur menjadi kunci untuk meningkatkan konektivitas sekaligus mendongkrak aktivitas ekonomi masyarakat.
“Tahun ini, ada 1.600 kilometer lebih yang akan dikerjakan untuk menunjang perekonomian masyarakat melalui peningkatan kelayakan jalan kabupaten,” ujarnya.
Saat ini, jalan kabupaten yang kondisinya baik tercatat mencapai 1.697,4 kilometer atau sekitar 78,92 persen dari total panjang jalan yang ada.
Angka tersebut menjadi pijakan bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas infrastruktur secara bertahap.
Menurutnya, kondisi jalan yang memadai tidak hanya berdampak pada kelancaran distribusi barang dan jasa, tetapi juga berpengaruh terhadap aspek keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.
Untuk merealisasikan program tersebut, pembiayaan akan bersumber dari berbagai pos anggaran. Di antaranya Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT), Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Alokasi Umum (DAU), hingga odukungan anggaran dari pemerintah pusat.
“Semua masih dalam tahap perencanaan. Sumber dana yang ada akan dimaksimalkan untuk mendukung pembangunan infrastruktur,” jelas Nina sapaan akrabnya.
Selain menyasar seluruh wilayah, Pemkab juga memprioritaskan dua kecamatan yang dinilai membutuhkan penanganan lebih intensif, yakni Wonorejo dan Kejayan.
Kedua wilayah tersebut akan mendapat porsi pembangunan lebih besar guna memperkuat konektivitas antarwilayah.
“Dua kecamatan itu akan diprioritaskan lebih dulu karena menjadi penghubung ke jaringan jalan lainnya,” imbuh Nina.
Perlu diketahui bahwa kedua jalan di dua kecamatan Wonorejo dan Kejayan aktivitasnya tinggi dan banyak mengalami kerusakan makanya perlu penanganan yang ekstra agar jalan secepatnya bagus kembali. (rusdi)











