GRESIK I BIDIK.NEWS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik akan terus melakukan terobosan untuk membangun Kabupaten Gresik lebih baik. Seperti percepat pembangunan infrastruktur jalan yang rusak, pembangunan kembali jembatan Kacangan yang roboh, pembanguan Rumah Sakit daerah selatan, peningkatan PAD dan Investasi.
Tidak hanya percepat dan peningkatan insfrastuktur, Pemkab Gresik juga berkomitmen menggenjot peningkatkan Index Pembangunan Manusia (IPM). Salah satunya dengan upaya peningkatan rata-rata atau Harapan Lama Sekolah, menyasar pada out put Sekolah Menengah Atas atau Kejuruan, serta inovasi pendidikan ditingkat dasar.
Wakil Bupati Gresik, Hj. Aminatun Habibah mengatakan peningkatan IPM menyasar pada tingkat SMA dan SMK serta Mahasiswa untuk meningkatkan sumber manusia yang unggul tentunya dengan memberikan beasiswa.
“Peningkatan IPM menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Masyarakat Gresik sebenarnya mampu dengan target minimal bisa di rangking tiga,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memaparkan, pemerintahan dibawa kepemimpinannya, telah mencapai misi kerja dengan capaian yang memuaskan. Hal tersebut disampaikan pada pada acara ngobrol santai di ruang Putri Cempo Kantor Bupati Gresik bersama para wartawan dan dihadiri sejumlah kepala OPD pada Senin (03/04/2023).
Saat ini, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Gresik memperoleh nilai 77,16 dan juga berata di atas angka Jawa Timur dan Nasional, dengan target 78,31, capaiannya 98,53 persen dengan kategori sangat tinggi.
Pemkab Gresik berhasil memperoleh predikat B dengan capaian 92,37 persen, menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel dan mewujudkan kepemimpinan yang Inovatif dan Kolaboratif.
“Dengan dua indikator sasaran pembangunan, yakni kinerja sasaran Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan Indeks Inovasi Daerah,” papar Bupati Gus Yani.
Misi membangun infrastruktur berdaya saing, berdasarkan publikasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), memperoleh nilai 3,42 dan menduduki peringkat 4 tertinggi di Jatim.
Gus Yani menyebut, kemandirian ekonomi yang seimbang, dari antar sektor dan antar wilayah, hasilnya pertumbuhan ekonomi di Kota Pudak tahun 2022 pun melejit ke angka 7,38 persen.
Dijelaskan Gus Yani, pihaknya memfokuskan peningkatan kesejahteraan sosial, upaya menciptakan lapangan kerja dan menjamin kebutuhan dasar masyarakat Gresik.
“Perlahan, tingkat kemiskinan Kabupaten Gresik tahun 2022 berada pada angka 11,06 persen. Ini presentase kemiskinan terendah selama 10 tahun terakhir,” tukasnya.
Hal tersebut diatas juga telah disampaikan oleh nya saat penyampaian LKPJ dihadapan DPRD Gresik, sementara penyesuaian realita masih proses rapat Badan Musyawarah.
“Capaian capaian itu sudah bisa kita lewati, namun kekurangan juga harus bisa dilakukan pembenahan, tentu akan di bantu oleh seluruh OPD. Timeline schedule diperlukan dalam realisasi,” pungkas Bupati Gresik, Gus Yani. (adv)











