SIDOARJO l bidik.news – Tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) terus bergulir. Proses pengambilan nomor urut Calon Kepala Desa (Cakades) telah sukses digelar dengan aman, tertib, dan kondusif. Hal ini menjadi sinyal positif bagi pelaksanaan pesta demokrasi di tingkat desa tersebut.
Ketua Panitia Pilkades, Fatkur Andik, menyampaikan rasa syukurnya atas kelancaran agenda pengundian nomor urut ini. Tingginya antusiasme masyarakat yang hadir juga dibarengi dengan ketertiban para pendukung masing-masing calon.
“Alhamdulillah hari ini pengambilan nomor urut untuk Calon Kepala Desa sudah berjalan sukses dan sesuai apa yang kita harapkan. Tidak ada kendala suatu apapun, penonton juga kondusif, dan yang hadir juga banyak,” ujar Fatkur Andik pada Minggu ( 1/3/2026 ).
Berdasarkan hasil pengundian, panitia menetapkan tiga kandidat yang akan bertarung. Nomor urut 1 dikantongi oleh Safarit, nomor urut 2 diraih oleh Raden Mas Tumenggung , dan nomor urut 3 oleh Arif Al Anshori.
Dalam mengawal jalannya pemilihan ini, Fatkur menegaskan bahwa panitia secara khusus mengangkat tema “Pilkades Damai”.
Ia mengingatkan bahwa Pilkades sejatinya adalah ruang untuk mengadu gagasan, bukan ajang permusuhan.
“Tema nya Pilkades Damai. Tidak ada tema lain. Karena ini adalah sebuah pesta demokrasi, yang artinya ada (adu) visi-misi dari masing-masing calon,” tegasnya.
Aturan Ketat Kampanye dan Sanksi Pembubaran
Terkait tahapan krusial berikutnya, yakni masa kampanye, panitia telah merujuk pada Tata Tertib
Pilkades yang mengalokasikan waktu selama tiga hari bagi para calon untuk mendulang simpati warga.
Untuk menjaga kondusivitas, panitia menerapkan aturan ketat mengenai titik lokasi kampanye. Setiap calon diwajibkan mengajukan izin lokasi kepada panitia agar jadwal dan tempat tidak berbenturan antar kandidat.
“Kampanye harus di lokasi yang disetujui oleh panitia. Jadi calon bisa mengajukan kampanye di mana, sesuai dengan regulasi. Misalkan hari ini ada tiga calon, satu kampanye di Cabean, yang kedua dan ketiga di titik lain, itu tidak masalah dan bisa bergantian di hari berikutnya,” jelas Fatkur.
Lebih lanjut, panitia akan melakukan pemantauan (monitoring) secara melekat di lapangan. Fatkur memberikan peringatan keras kepada seluruh Cakades dan tim pemenangan agar tidak menggelar kegiatan kampanye secara sembunyi-sembunyi atau di luar sepengetahuan panitia.
“Kami memantau kampanye para calon, jadi harus sesuai dengan izin dan panitia mengetahui. Kalau ada kampanye yang panitia tidak dikabari atau tidak mengetahui, maka bisa jadi itu dibubarkan,”pungkasnya.
Sementara itu Cakades dengan nomor Urut 3, Arif Al Anshori Optimis Lanjutkan Pembangunan dan Atasi Banjir di Periode Ketiga .
Arif, memaknai hasil pengundian nomor urut Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) sebagai sebuah isyarat positif.
Dalam prosesi pengundian tersebut, Kades petahana ini mendapatkan nomor urut 3, angka yang sejalan dengan tekadnya untuk melanjutkan pengabdian pada periode ketiga.
“Alhamdulillah, mungkin pelambang baik. Ambil nomor dua kali, keluarnya tiga terus. Ke depannya ya semoga lancar sampai terpilih kembali,” ujar Arif .
Ketika disinggung apakah perolehan angka tersebut merupakan sinyal kuat untuk memimpin desa selama tiga periode, ia merespons dengan penuh keyakinan, “Insyaallah.”
Mengevaluasi masa kepemimpinannya pada dua periode sebelumnya, Arif menegaskan bahwa visi utamanya adalah membawa kemajuan yang terukur bagi Desa Kalipecabean. Menurutnya pembangunan infrastruktur maupun tatanan masyarakat tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan harus melalui tahapan yang sistematis.
“Semua itu memang butuh perubahan. Kalau tidak ada perubahan, ya kekacauan. Jadi, semua itu ada bertahapnya. Perubahan itu tidak ujug-ujug (tiba-tiba) langsung baik, pasti ada skalanya,” tegasnya.
Selain berfokus pada pembangunan yang berkelanjutan, salah satu program prioritas yang ditekankan oleh Cakades nomor urut 3 Arif ke depan adalah mitigasi bencana. Ia secara khusus menyoroti masalah banjir yang kerap melanda wilayah Kalipecabean bagian selatan.
Arif menyampaikan optimisme tinggi bahwa persoalan genangan air tersebut akan segera teratasi, didukung oleh penyelesaian proyek infrastruktur tata kelola air di kawasan sekitar.
“Insyaallah banjir di Kalipecabean, khususnya wilayah selatan, harapan kami ke depan sudah tidak ada lagi. Ini karena proyek Jambung Peluk sudah clear (selesai),” ungkap Arif.
Ia menjelaskan lebih lanjut bahwa aliran air kini telah terintegrasi dengan sungai besar yang kapasitas resapan dan alirannya telah ditingkatkan secara signifikan.
“Aliran airnya kita arahkan ke sungai besar. Asalnya (kapasitas) dua, sekarang bisa ditambah menjadi empat. Saya yakin banjir itu akan langsung cepat teratasi karena kebetulan proyek Jambung Peluk sudah jadi,” pungkasnya. ( Rofik )











