SURABAYA – Salah satu Penyebab kerusakan jalan adalah setelah alih fungsi penggelolaan jembatan timbang dari Pemprov Jatim ke pemerintah pusat. Sehingga dari 19 jembatan timbang alih fungsi dari Pemprov Jatim, kini hanya 11 jembatan timbang difungsikan.
Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Heri Romadhon mengatakan, aksi supir truk di kantor Dishub Jatim, Selasa (22/2/2022) kemarin tidak lepas karena lemahnya kontrol terhadap sarana angkutan di jalan raya. Selain itu, penerapan regulasi membuat aktivitas moda transportasi angkutan barang menjadi terganggu.
Ia mengingatkan dua tahun belakangan setelah pandemi, sarana angkutan logistik ikut terganggu. Bukan hanya sepi angkutan yang membuat supir truk ini kelimpungan. Namun meningkatnya kebutuhan karena pandemi juga membuat para supir truk dan keluarganya ikut terdampak.
Ratusan supir truk tergabung dalam Driver Logistik Community menggelar aksi demo di depan Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur di Jalan Ahmad Yani, menolak kebijakan pemerintah terkait pembatasan dan pelarangan truk Over Dimension Over Loading (ODOL).
“Saat ini pandemi semuanya terdampak, termasuk pengemudi truk. Kebijakan yang diterapkan membuat mereka juga kesulitan,” tutur Heri Ramadhan, Rabu (22/2/2022).
“Kebijakan itu, membuat takut sopir truk takut tidak bisa bersaing jika menggunakan truk kecil,” terang Ketua Fraksi PAN DPRD Jatim.
Karena itu, Komisi yang membidangi pembangunan mendorong stakeholder terkait bisa memberikan solusi. Protesnya sopir armada angkutan ini, menunjukkan regulasi meresahkan mereka. Sebab kebijakan itu dinilai sangat merugikan sopir dan pengusaha truk.
Sebelumnya Koordinator lapangan Driver Logistik Community, Supriyanto mengatakan mereka penolakan kebijakan itu. Sebab kebijakan itu, membuat takut sopir truk takut tidak bisa bersaing jika menggunakan truk kecil.
“Kami minta kebijakan itu dibatalkan. Karena ini sangat merugikan kami,” ujar Supriyanto.
Sekedar diketahui aksi demo ini digelar tepatnya di depan kantor Dinas Perhubungan di sepanjang Jalan Ahmad Yani. Para sopir truk memarkirkan armada besarnya beriringan dari Bundaran Waru hingga depan kantor Dishub Jatim. Sehingga menyebabkan kemacetan. ( rofik)









