TRENGGALEK | BIDIK NEWS – Banyak ditemukannya ekosistem laut yang rusak akibat pembangunan di daerah pesisir, penangkapan ikan yang berlebihan, serta polusi yang diakibatkan limbah industri. Membuat BPJS Ketenagakerjaan bergerak cepat ikut menyelamatkan lingkungan perairan Indonesia.
Dimana BPJS Ketenagakerjaan melakukan konservasi terumbu karang di Pantai Mutiara, kawasan Pantai Prigi, Trenggalek, Jawa Timur berupa penanaman bibit 100 terumbu karang buatan yang dilakukan secara simbolis.
Dalam kegiatan itu, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto menyerahkan bibit terumbu karang kepada Bupati Trenggalek, Mochammad Nur Arifin di atas papan padle yang disaksikan penggemar olahraga stand up padle, termasuk isteri Agus dan isteri Arifin.
Karena dalam penyerahan terumbu karang, juga digelar even ‘Trenggalek Stand Up Padle Exhibition’. Explore The Prigi Bay berupa marathon sejauh 10 Km dan race sejauh 2 Km yang diikuti para penggemar olahraga ecoturism itu di sekitar Trenggalek.
“Kegiatan ini merupakan bentuk Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BPJS Ketenagakerjaan terhadap kelestarian lingkungan. Dimana kali ini kami bermaksud merestorasi ekologi terumbu karang agar kerusakannya tidak semakin meluas,” kata Agus, Sabtu (7/9/2029).
Dalam proses konservasi ini, lanjut Agus, BPJS Ketenagakerjaan dibantu oleh penyelam bersertifikat dari SDI (Scout Divers of Indonesia) Jatim, dosen pengajar Teknik Kelautan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), dan kelompok masyarakat wilayah Prigi Tenggalek.
Proses restorasi ekologi terumbu karang dilakukan melalui 2 tahap. Pertama, mengidentifikasi masalah ekosistem terumbu karang agar pemulihan ekosistem terumbu karang dengan cara penggunaan terumbu karang buatan dapat dilakukan dengan baik. Kedua, pemantauan kemajuan terhadap target yang dilakukan secara berkala.
“Kami berharap ekosistem laut di Pasir Putih ini dapat segera pulih dan semoga masyarakat sekitar mampu menjaga kelestariannya. Sehingga hasil laut akan meningkat dan masyarakat sejahtera,” ujar Agus didampingi Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jatim, Dodo Suharto.
Agus juga menghimbau agar seluruh pekerja di pantai Mutiara ini segera mendaftarkan dirinya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Karena profesi masyarakat yang ada di daerah tersebut memiliki risiko kecelakaan kerja yang tinggi, salah satunya nelayan.
“Dengan adanya perlindungan dari BPJS Ketenagakerjaan, kami mengharapkan para pekerja dapat bekerja dengan aman, serta keluarga yang ada di rumah dapat beraktifitas dengan tenang,” ucap Agus.
Sementara Mochammad Nur Arifin sangat mengapresiasi langkah BPJS Ketenagakerjaan yang peduli terhadap kelestarian lingkungan di Trenggalek ini. “Kami sangat berterima kasih kepada BPJS Ketenagakerjaan yang sudah peduli dan membantu melestarikan dengan penanaman bibit terumbu karang buatan,” tegasnya.
Arifin juga berjanji akan mendorong para petugas keamanan yang bekerja disekitar pantai Mutiara untuk segera terlindungi jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan. “Karena profesi seperti mereka sangat berbahaya dan perlu dilindungi BPJS Ketenagakerjaan,” kata Arifin. (hari)










