SURABAYA | BIDIK – Pasar modal Indonesia dari tahun ke tahun menunjukkan tren semakin baik. “Pasar modal kita bahkan menjadi salah satu yang terbaik di dunia, terpaut sedikit dengan Thailand,” ungkap Direktur PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Hamdi Hassyarbaini, saat Kumpul Besarr (Beli Saham Rame-Rame) di Fakultas Kedokteran Universitas Surabaya (Ubaya), Rabu (26/4/2017).
Menurut Hamdi, Indeks SET Thailand menempati posisi pertama dengan pertumbuhan 22,69 persen. “Di 2016, pertumbuhan indeks pasar modal Indonesia, yakni Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Indonesia menempati peringkat terbaik kedua di Asia dengan pertumbuhan sebesar 20,20 persen. Return kita di 2016 mencapai sekitar 15 sampai 16 persen. Dan selama 10 tahun terakhir, total return kita mencapai 317 persen,” terangnya.
Dari sisi jumlah investor juga terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. “Sekarang telah mencapai 560 ribuan investor dan akan terus tumbuh seiring gencarnya sosialisasi kita,” tandasnya.
Pada akhir 2016, BEI mencatatkan jumlah investor di pasar modal mencapai 536.000 investor, jumlahnya itu meningkat 104.000 investor dibandingkan dengan tahun sebelumnya di posisi 432.000 investor.
Jumlah investor pasar modal pada 2013, 2014, 2015, 2016 masing-masing sebanyak 321.000 investor, 364.000 investor, 432.000 investor dan 536.000 investor. Sementara pertumbuhan jumlah investor year on year masing-masing 14%, 13,3%, 18,6% dan 24,07%.
Sedangkan anggota DPR RI Komisi XI, Indah Kurnia yang juga hadir mengajak masyarakat untuk menjadikan pasar modal sebagai alternatif investasi. “Hanya dengan modal Rp100 ribu saja, kita sudah bisa memiliki saham perusahaan besar. Sangat prestise kan,” tukasnya.
Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan satu unit mobil ambulance sebagai wujud CSR BEI kepada KSP “Rumah Bersama”. (hari)




