SURABAYA | bidik.news – Terdapat 3 prinsip penting dalam merdeka belajar. Pertama, fokus pada muatan esensial, dimana muatan wajib dikurangi untuk memberi waktu bagi pembelajaran yang lebih mendalam, bermakna dan terdifrensiasi.
Muatan juga perlu dibuat lebih relevan dengan kondisi terkini dan tantangan zaman. Kedua, soal fleksibel dan kontekstual. Kurikulum sekolah bisa disesuaikan dengan karakteristik sekolah dan murid serta konteks sosial budaya setempat. Dan yang ketiga, yakni pengembangan karakter.
Hal itu diungkapkan PLT Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran BSKAP Kemendikbudristek, Dr Yogi Anggraena dihadapan 260 wali siswa kelas X dan XI SMA Trimurti Surabaya dalam kegiatan Parents Meeting bertajuk “Merdeka Belajar, Unlock Potensi, Raih Prestasi” di Aula Trimurti Senior High School, Sabtu (20/7/2024).
Dalam menghadapi tantangan di era global, Yogi menekankan pentingnya kolaborasi antara wali murid dan SMA Trimurti. Sehingga harapannya, orang tua tahu apa yang dilakukan sekolah. Mulai dari manfaat untuk anak didiknya.
“Sebaliknya orang tua juga bisa memberikan feedback ke sekolah. Mengenai perbaikan-perbaikan yang dibutuhkan dalam mencapai merdeka belajar,” tegasnya.

Kepala SMA Trimurti, Syarif Andri Setyawan menambahkan, bahwa pengembangan karakter sangat dibutuhkan untuk siswa. Selain itu, di SMA Trimurti, siswa memiliki kompetensi toefl mumpuni yang mana nanti digunakan untuk kebutuhan kerja.
“Tentunya ini juga diharapkan sekolah dan wali murid yang hadir saat ini. Murid memiliki karakter sehingga bisa meraih prestasi,” pungkas Syarif Andri Setyawan.











