BIDIK NEWS | GRESIK – Panen padi di tengah kota dan dari sawah tadah hujan, di lakukan di Desa Kembangan , Kecamatan Kebomas, hanya berjarak 1 KM dari Kantor Bupati Gresik, panen dengan sawah tadah hujan dan berada di pusat pemerintahan kabupaten adalah sesuatu yang kurang lazim, karena rata rata areal persawahan sudah beralih menjadi kawasan pemukiman, pergudangan, atau areal pabrik.
Seperti yang terlihat Rabu pagi (21/3) , Pak Ebit (56) warga Desa Kembangan , Kecamatan Kebomas, sudah waktunya memanen padi diareal sawah yang dekat dengan Masjid Agung Gresik, karena tenaga kerja yang biasa membantu mengerjakan sawah dan termasuk memanen adalah tenaga dari Tuban atau Bojonegoro,” Saya sudah pesan tenaga kerja ( kuli sawah) dari Tuban atau Bojonegoro yang biasa ikut mengerjakan sawah di desa ini, karena di sana lagi banjir dari Bengawan Solo, sehingga kuli di sawah yang biasa dari sana belum kami dapat, kog kemarin saat Babinsa lagi jagong dan kami sampaikan keluhan, eh ternyata pagi ini 5 anggota TNI ikut memanen padi, sehingga kami tidak perlu lagi mencari kuli yang membantu proses panen,” jelas pak Ebit sambil membawa makanan untuk sarapan pagi.
Komandan Koramil Kebomas Kapten Arh Sali yang turun langsung membantu memanen padi di sawahnya Pak Ebit bersama 5 orang anggota TNI mengatakan,” Pihak kami memang ditugaskan oleh Presiden untuk menuju dan mengamankan swa sembada pangan, sehingga kami selalu mendampingi petani sejak mengolah sawah, tanam padi, basmi hama, memanen, bahkan hingga mengirim beras ke gudang bulog, dan bagi kami, ini adalah pusat kota dimana sikap gotong royong yang sejak pendahulu kita sangat terasa , namun saat ini terasa hidup sendiri sendiri, sehingga kami beserta anggota turun memberikan contoh secara langsung di masyarakat, apalagi ini jenis sawah tadah hujan yang perlu perlakuan dengan cermat,” tegasnya se usai memanen padi dengan sabit. (ali)









