BANYUWANGI | bidik.news – Suro Hadi (56), seorang operator sound system Gebyar Lebaran Pantai Boom Marina menjadi korban penganiayaan yang dilakukan seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Rusia.
Peristiwa yang terjadi pada Minggu (29/3/2026) sekitar pukul 09.00 Wib di depan loket masuk Pantai Marina Boom Marina tersebut, diduga dilakukan AF pemilik cafe di salah satu kawasan Pantai Marina Boom Banyuwangi.
Awalnya, AF diduga tiba-tiba mematikan mesin sound system yang di jaga Suro Hadi dan mencabut kabel tanpa izin. Ia mengaku melakukan tindakan itu karena merasa terganggu oleh suara musik dari acara Gebyar Lebaran yang merupakan tradisi rutin tahunan.
“Saya mendorong (pelaku) agar tidak merusak sound system saya, tapi dia marah dan saya dipukul dua kali,” ucap Suro Hadi sembari menunjukkan bagian tulang rahang pipi yang memar akibat pukulan WNA tersebut.
Peristiwa tersebut mengakibatkan korban merasakan nyeri pada tulang pipi. Ia juga mengalami cedera pada kaki kanan karena terjatuh dan terkilir saat dilerai oleh sejumlah petugas keamanan.
“Security memegangi saya, tapi orang bule itu tidak dipegangi,” ungkapnya.
Persoalan kebisingan, lanjut Suro Hadi, sebenarnya sudah disampaikan sejak beberapa hari sebelumnya. Ia juga mengaku telah menurunkan volume suara sebagai bentuk kompromi.
Apalagi, jarak cafe yang katanya terganggu dengan lokasi sound system sekitar ratusan meter, bahkan mungkin mencapai setengah kilometer.
“Saya tidak terima kalau dibilang mengganggu, karena jaraknya cukup jauh. Kejadian ini sudah saya laporkan ke polisi,” tegas Suro Hadi.(nng)











