SURABAYA|Gara-gara tidak mengerjakan tugas sekolah dan sering tidur di kelas, oknum guru SDN Tanah Kali Kedinding I hukum siswanya gigit sandal jepit selama 5 menit.
Kejadian tersebut menimpa murid klas 3C berinisial AL dan AN didalam kelas dihukum oleh gurunya bernama Sru Merawati.
Hal itu diakuinya, ketika dilakukan mediasi anatar orang tua murid dengan oknum guru diruang kepala sekolah SDN Kali Kendinding I.
“Saya bingung kasih hukuman, akhirnya keduanya tak suruh gigit sandal, tapi sendiri-sendiri. Alvin gak lebih 10 menit dan Ariel gak sampai 5 menit,” akunya, saat klarifikasi diruang kepala sekolah, Rabu (23/10/2019) disaksikan oleh anggota Binmas Polsek Kenjeran, Perak Surabaya, Aiptu Lagiman.
Menurutnya, dengan hukuman gigit sandal, membuat para siswa tidak mengulangi kesalahannya lagi. “Semenjak tak suruh gigit sandal sudah tidak mengulangi lagi,” dalihnya.
Sementara itu Kepala Sekolah SDN Tanah Kali Kedinding I Saepulloh menjelaskan, kejadian itu memang benar pihak guru dari SDN Tanah Kali Kedinding I menghukum muridnya menggigit sandal jepit dan kejadian itu sekitar 4 bulan lalu dan baru diketahui ketika orang tua wali murid melaporkan kejadian tersebut kepada kami.
“Kejadian itu sekitar empat bulan lalu, baru diketahui ketika orang tuanya melaporkan tujuh hari yang lalu, hukuman gigit sandal jepit itu karena siswa tidak mengerjakan tugas dan sering tidur di dalam kelas,” Terang Saepulloh.
Saepulloh menambahkan, permasalahan ini sudah di klarifikasi dan sudah clear tidak ada masalah lagi. Namun kami akan tetap memberikan sangsi terhadap oknum guru tersebut.
“Meskipun masalah sudah slesai, kami tetap akan memberikan sangsi berupa teguran,” Pungkasnya.
Perlakuan itu menuai kritikan orang tua wali murid. Lantaran tak terima jika anaknya diperlakukan tak manusiawi.
Salah satu orang tua murid, Saiful mengatakan, Saya juga pernah sekolah dulu, tapi gak seperti itu caranya menghukum muridnya. Seperti dijewer dan distrap (berdiri dikelas) itu hukuman sangat wajar hukuman untuk muridnya,” Ujar Saiful
“ini disuruh gigit sandal, masa dia gak tau sandal letaknya dimana. Kok, disuruh gigit muridnya,” cetus Saiful.
Lanjutnya, Saya itu menitipkan anak untuk memperoleh pendidikan yang layak supaya pintar. Lha, ini kok mala tidak mencerminkan pendidikan yang baik.
“Saya rasa sangat keterlaluan kalo muridnya dihukum suruh gigit sandal. Oknum guru itu sangat mengotori nama sekolah, sekolah SDN yang sudah dikenal favorit di Kenjeran, dan punya banyak piala penghargaan tapi ada oknum bertindak yang tidak pantas pada muridnya,” tambahnya.
Ia menilai, orang tua mana sich, yang terima, kalo anaknya dihukum gigit sandal. “Tapi masalah ini sudah slesai, tadi sudah mediasi disaksikan pihak kepolisian,” Bebernya.









