BIDIK NEWS |SURABAYA – Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 4 Jatim menggelar AKSI SHIYAM (Akses Keuangan Syariah melalui Shiar, Inkubasi Bisnis Syariah dan Aplikasi Digital berbasis Masjid), Kamis (7/6) di Hotel JW Marriot, Surabaya.
Hadir Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) K.H. Ma’ruf Amin, Gubernur Jatim Soekarwo dan Deputi Komisioner OJK Ahmad Buchori.
Kegiatan AKSI SHIYAM merupakan wujud konkrit komitmen OJK Kantor R4 Jatim untuk mendorong pertumbuhan keuangan syariah di daerah.
Kepala OJK KR4 Jatim, Heru Cahyono menyampaikan, aset perbankan syariah di Jatim April 2018 meningkat 19,25% yang didukung oleh pertumbuhan DPK 19,54% dan pembiayaan 17,46%. Dengan tingkat pertumbuhan ini, market share perbankan syariah di Jatim mencapai 5,15%, melampaui target 5% yang selama ini dijadikan acuan keberhasilan penetrasi perbankan syariah di suatu daerah.
“Capaian ini hasil dari ikhtiar yang cukup lama dan dapat terwujud berkat dukungan penuh dari seluruh pegiat ekonomi dan keuangan syariah di Jatim,” ungkap Heru Cahyono.
Selanjutnya kontribusi perbankan syariah dalam mendorong pengembangan UMKM. Dimana UMKM diharapkan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia, sehingga perlu diberdayakan melalui dukungan permodalan dari perbankan syariah. Sampai saat ini porsi pembiayaan di sektor UMKM oleh perbankan syariah masih relatif kecil, yaitu 30,49% dari total pembiayaan perbankan syariah di Jatim.
Karena itu, OJK KR4 Jatim mendorong industri perbankan syariah untuk lebih berperan aktif menggagas berbagai macam program dalam memperluas dan mempermudah akses keuangan syariah di sektor UMKM di Jatim.
Potensi pengembangan keuangan syariah di Jatim sangatlah besar, dengan penduduk muslim yang mencapai 40,7 juta dan 50.000 lebih dan masjid yang tersebar di seluruh Jatim. Mempertimbangkan hal itu, OJK KR4 Jatim bersama para pegiat keuangan syariah di Jatim menggagas program peningkatan akses keuangan syariah berbasis masjid, yakni AKSI UMMAD dan SMART MUSLIM.
Melalui program AKSI UMMAD, diharapkan banyak masyarakat kecil, khususnya pengusaha ultra mikro memperoleh akses keuangan syariah. Juga melalui program SMART MUSLIM dalam bentuk aplikasi berbasis android, diharapkan para jama’ah dan pengurus masjid serta usaha mikro di sekitar masjid dapat saling terkoneksi dan memperoleh akses keuangan dari perbankan syariah dalam bentuk pengelolaan kas masjid dan transaksi jual beli melalui fitur market place.
“Untuk mendukung percepatan akses keuangan syariah, Kantor OJK KR4 Jatim bersama MUI Jatim menggagas penerbitan Buku Pintar Keuangan Syairah khusus untuk Muslimah,” ujar Heru.
Buku ini terbagi 3 bagian utama, yaitu Mengenal Keuangan Syariah, Industri Jasa Keuangan Syariah, dan Perencanaan Keuangan Keluarga Islami yang ditulis OJK KR4 Jatim, perwakilan dari Asosiasi Dewan Pengawas Syariah Indonesia (ADPASI) Regional 3, Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Jatim, Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Jatim, Aisyiyah Jatim, Muslimat Hidayatullah Jatim, dan Nahdliyat Cinta Indonesia (NCI) Jatim.
Kehadiran buku ini diharapkan menjadi referensi bagi para Da’i dan muballigh dalam mengenalkan konsep keuangan syariah serta aplikasinya secara massif dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Dengan pelantikan pengurus PINBAS MUI Jatim, OJK KR4 Jatim sangat mendukung program kerja yang dirumuskan pengurus, khususnya terkait program inkubasi usaha mikro.
Hal ini berangkat dari pemikiran peningkatan akses keuangan syariah tidak akan berjalan efektif bila tidak diikuti langkah-langkah yang komprehensif untuk mengawal dan meningkatkan kapasitas usaha mikro dan kecil yang dapat dilakukan melalui proses inkubasi usaha.
Karena itu, OJK KR4 Jatim menginisiasi kolaborasi program kerja dengan PINBAS MUI Jatim,khususnya mendukung pelaksanaan program AKSI UMMAD. (hari)










