SURABAYA – Wakil Komandan Komando Pembinaan Doktrin Pendidikan dan Latihan TNI AL (Wadan Kodiklatal) Laksma TNI B. Ken Tri Basuki, M.Si., (Han),CHRMP mewakili Komandan Kodiklatal, Perwira Tertua TNI AL (Pateral) memimpin puncak perayaan Natal bersama gabungan Kotama TNI AL Wilayah Surabaya di Gedung Maspardi Kesatrian Bumimoro Akademi AL Surabaya, Rabu, (29/1/2020) malam.
Hadir Direktur Doktrin Kodiklatal Laksma TNI Antongan Simatupang, Komandan Kodikopsla Laksma Laksma TNI Irwan Achmadi, M.Tr, (Han), Kepala Staf Koarmada (Kaskoarmada) II, Wagub AAL dan perwakilan anggota Jalasenastri Wilayah Surabaya.
Perayaan Natal diawali pujian-pujian dan doa, sambutan Komandan Kodiklatal sebagai pateral yang dibacakan Wadan Kodiklatal. Dilanjutkan khotbah Natal oleh Pastor Ferdinandus A.M. De Ligouri Reo, SDB dan pesan Natal oleh Pendeta Samuel Enggar Hadi.
Ken Tri Basuki menyampaikan, perayaan Natal ini sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan YME, atas keselamatan dan kesejahteraan yang telah dilimpahkan kepada saudara umat Nasrani. “Dalam iman Kristiani, Natal dirayakan sebagai lambang sukacita dari peringatan kelahiran Yesus Kristus ke dunia untuk menyelamatkan manusia dari dosa dan menyebarkan ajaran cinta kasih yang rela memberi dan berkorban dengan penuh keikhlasan,” ujarnya.
Sebagai manusia yang percaya Tuhan, lanjutnya, cobaan dan permasalahan merupakan ujian yang dapat membangkitkan dan mengokohkan semangat persatuan dan kesatuan sesama anak bangsa.
“Untuk itu melalui perayaan Natal bersama TNI AL wilayah Surabaya ini, marilah kita pererat tali persaudaraan, semangat persatuan dan kesatuan bangsa sebagai satu keluarga besar bangsa Indonesia. Srsuai tema Natal 2019, yaitu, “Dengan Sukacita Natal Kita Perkokoh Semangat Prajurit Sapta Marga dan PNS TNI Untuk Tetap Tegaknya Kesatuan dan Persatuan Bangsa,” tegasnya.
Selain melambangkan hubungan vertikal Tuhan dengan manusia, Natal juga memiliki dimensi hubungan horizontal antara sesama manusia yang diwujudkan dalam bentuk saling mengasihi, menolong, membantu sesama tanpa memandang latar belakang dan perbedaan suku, agama, ras dan antar golongan.
Sementara Pendeta Samuel Enggar Hadi berpesan, perayaan Natal dapat dijadikan momentum untuk mengamalkan semua ajaran-nya secara sungguh-sungguh. Sehingga iman dan keyakinan kepada Tuhan akan semakin tumbuh dan berkembang dalam hati sanubari warga kristiani.
“Saya berharap mampu menjadi penerang cahaya dalam membangun kehidupan yang diilhami oleh nilai-nilai yang tercermin dalam makna kelahiran Yesus Kristus, hidup damai dan kasih bagi semua umatnya,” pungkasnya.






