GRESIK|BIDIK – Menjelang bulan Ramadhan, Muspika Kebomas plus MUI Kecamatan melakukan patroli dan sidak pada warung yang ditengarai warung remang remang, namun warung yang dituju nampak cafe biasa dan wajar serta sopan, namun ketika ke dekat makam malah ditemui orang laku spiritual yang perlu di waspadai, sidak ini berlangsung hingga dini hari.
Kapolsek Kebomas Kompol Rony Edi yang memimpin apel di halaman Kantor Kecamatan, selanjutnya rombongan bergerak menuju Gunung Petukangan atau masyarakat biasa menyebut kawasan makam Putri Cempo yang kini banyak bermunculan warung dan cafe yang ditata modern,
Sampai dikawasan tersebut yang memang sudah malam, dijumpai kaum bapak mendominasi di cafe, dan hanya sebagian kecil dari kaum cewek, dari cara duduk, model pakaian yang sopan, serta tidak ada musik menghentak, sehingga rombongan ini terus naik ke atas menuju areal pemakaman.
Informasi yang masuk di areal pemakan yang tidak terlihat dari jalan poros, ada sekitar 12 orang yang hampir tiap hari dialokasi tersebut, bahkan sudah beberapa bulan, bahkan menurut sumber yang lain kawasan tempat laku spiritual tersebut sering di datangi mobil mewah.
Camat Kebomas , Kapolsek Kompol Rony, Komandan Koramil Kapt Sali, beserta anggota termasuk Trantib dan MUI segera memasuki kawasan makam yang di buat tinggal dan ada kamar kamar yang serba sempit dan mirip bungker.
Trantib meminta semua yang menginap di kawasan tersebut untuk berkumpul di ruangan terbuka dengan membawa identitas, sementara Reskrim memeriksa beberapa kamar barangkali ditemukan barang berbahaya, atau bahkan narkoba.
Kapolsek Kebomas Kompol Rony Edi memberikan nasehat serta pesan agar jangan sampai menggunakan narkoba atau berperan sebagai pengedar narkoba.
Camat Kebomas Sutrisno berharap agar warga luar kota yang tinggal di kawasan tersebut melapor ke RT/RW dan mengurus KIPEM, dan kalau bisa ya tinggal di kampung Mading masing saja.
Komandan Koramil Kebomas Kapten Sali berharap agar tidak ikut terlibat teroris, dan andai menemui hal tersebut, segera berkordinasi dengan aparat desa atau ke muspika.
MUI Kecamatan Ali Sugiarto yang disuruh menasehati orang orang yang laku ritual berpesan lebih baik ritual di rumah dan dikampung Mading masing,” Bapak bapak yang sudah lama tinggal disini, tanpa pekerjaan dan pendapatan yang jelas, dan meninggalkan keluarga, ini perbuatan yang kurang bagus untuk kelangsungan kehidupan berumah tangga, mending kerja sebagai pemulung barang bekas dan hidup berkumpul keluarga dirumah, ” papar nya dan orang yang laku ritual diam dan mengangguk. (Ali)





