BIDIK NEWS | BANYUWANGI – Pegelaran Banyuwangi Beach Jazz Festival (BBJF) 2018 berlangsung meriah dan sukses menghibur penonton yang hadir.
Kali ini menampilkan tiga musisi ternama Indonesia diantaranya, band legendaris Kla Project, serta musisi millenial Yura Yunita dan Jaz Hayat. Penampilan musisi dua generasi itu berhasil menghangatkan suasana BBJF 2018 yang digelar di pantai Marina Boom, Sabtu (12/05).

Jazz Pantai Banyuwangi kali ini diawali dengan penampilan Jaz Hayat, salah satu penyanyi muda pendatang baru dibelantika musik Indonesia. Jaz melantunkan beberapa single hitnya seperti Teman Bahagia, dan Kasmaran. Selain itu, Jaz juga membawakan single hits era tahun 90-an yang berjudul izinkan aku mencintaimu milik Chrisye.
“Saya baru kali ini datang dan tampil di Banyuwangi, sebuah kehormatan bagi saya bisa tampil disini,” ujar Jaz.
Setelah Jaz, penampilan Yura Yunita juga tak kalah memukau. Yura menghentak suasana panggung yang megah dengan membawa lagu-lagu jazz andalannya. Gayanya yang khas, selalu tampil enerjik dibalut senyum manisnya yang sesekali menyapa para penonton.
Dengan suara beningnya, Yura tampil membawakan lagu hitsnya, seperti Harus Bahagia, Cinta Rahasia, dan Intuisi dengan diiringi alunan musik jazznya yang spektakuler.
“Angin yang sedikit kencang, ditambah deburan ombak menambah sensasi pengalaman bermusik yang berbeda, yuk kita hangatkan suasana pantai malam ini,” kata Yura, menyapa penonton.
Puas dihibur para penyanyi millenial, Kla Project tampil sebagai band penutup dan menjadi band yang paling ditunggu-tunggu oleh para penonton.
Lantunan lagu Kla berhasil menghipnotis semua penonton yang hadir, dari usia tahun 70 an hingga generasi millenial, berdendang nostalgia bersama.
“Kla tampil di Banyuwangi ini bertepatan dengan ulang tahun yang ke-30. Luar biasa Banyuwangi, hampir semua orang bicara tentang Banyuwangi. Semoga Banyuwangi selalu menjadi contoh untuk daerah-daerah lain di Indonesia,“ cetus Katon Bagaskara.
Kla membawakan lagu-lagu hitsnya seperti Menjemput Impian, Tak Bisa ke Lain Hati, Yogyakarta, dan lagu berjudul Tentang kita sebagai penutup gelaran BBJF 2018.
“Festival Jazz tahun ini sengaja kita kerjakan lebih awal, karena biasanya di akhir tahun selalu terkendala cuaca,” ucap Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas.

Diungkapkan Anas, BBJF tahun ini pertama kalinya di support hanya satu perusahaan yaitu Pelindo III. Karena tahun-tahun sebelumnya, gelaran BBJF di support oleh beberapa perusahaan.
“Saya terima kasih kepada Pelindo,” sambung Anas.
Ditambahkannya, kerjasama Pemkab dan Pelindo III ini sebagai wujud kolaborasi. Kedepan Anas berharap pelabuhan Boom Marina bukan hanya sebagai tempat bersandarnya kapal, tapi juga sebagai tempat terbangunnya inovasi musik ditanah air.
“Malam ini saya sangat menikmati, karena lagu-lagu Kla seperti Jogjakarta dan Tak Bisa Kelain Hati, mengingatkan saya masa masih kos dulu, karena waktu itu saya kekurangan kiriman. Jadi malam ini saya mengenang waktu dulu masih di asrama. Dan pastinya setiap orang punya kenangan tersendiri,” ungkap Anas.
Sementara Direktur Utama Pelindo III, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra menambahkan, BBJF ini merupakan salah satu agenda Banyuwangi Festival yang diagendakan Pemkab Banyuwangi, dan Pelindo III sebagai pensupport karena Banyuwangi sebagai Kabupaten yang mengedepankan eco tourism.
“Dengan gelaran BBJF di kawasan kami ini, selain ingin mensupport, kami berkomitmen ingin membawa Banyuwangi memajukan pariwisatanya, membawa Banyuwangi untuk Indonesia dan membawa Banyuwangi untuk dunia,” ujar I Gusti Ngurah Askhara.(nng/adv)










