GRESIK | bidik.news — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik, Jawa Timur menggelar Rapat Kerja (Raker) di hotel Horison Gresik, Sabtu (19/8) . Salah satu agenda mendesak yang akan dibahas dalam program kerja jangka pendek adalah mencanangkan jihad ekonomi.
“Jihad ekonomi memang jadi tema sentral dalam Raker ini. Harapannya, ketika sektor ekonomi kuat, nantinya mampu menopang pelaksanaan semua program yang ada yang pada akhirnya mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa,” ungkap Ketua PDM Gresik Muhammad Thoha Mahsun, beberapa saat menjelang pembukaan Raker.
Dikatakan, sesuai amanat Musyda XI yang digelar di komplek Perguruan Muhammadiyah Bungah, Gresik, 19 Februari 2023 lalu, PDM kini menyusun program kerja yang akan menjadi acuan dalam menjalankan roda organisasi.
Selain jajaran PDM, lanjut Thoha, Raker diikuti oleh suluruh Unit Pembantu Pimpinan (UPP) yang terdiri atas menjelis, lembaga, dan badan, juga organisasi otonom (Ortom) tingkat daerah.
Ia menambahkan, selama ini Muhammadiyah cukup kuat dalam mengelola amal usaha di sektor pendidikan dan kesehatan yang dibuktikan lembaga-lembaga pendidikan mulai tingkat dasar hingga perguruan tinggi, serta berdirinya sejumlah rumah sakit dan klinik-klinik kesehatan. Nah, kali ini persyarikatan akan fokus mengembangkan sektor perekonomian yang dikuatkan lewat spirit jihad ekonomi.
“Implementasinya di antaranya mendirikan badan usaha baru dan cabang-cabang dari koperasi syariah. Sementara terhadap badan usaha yang sudah ada, akan terus dilakukan penguatan sehingga menjadi badan usaha yang kuat dan sehat,” tandasnya.
Wakil Ketua PDM Gresik yang membawahkan Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata, Hasan Abidin, mengatakan, implementasi jihad ekonomi yang kini diseriusi, di antaranya akan melakukan penguatan kelembagaan perekomomian atau badan usaha yang ada.
Setidaknya terdapat 2 bidang usaha yang mendesak dilakukan penguatan dan pengembangan. Keduanya adalah pengelolaan air minum dalam kemasan (AMDK) dan travel yang mengarah ke jasa umrah dan haji. Selama ini, keduanya sudah berjalan, tetapi perlu dioptimalkan, baik terkait pengelolaan kelembagaan maupun area pemasarannya.
“Selama ini sudah jalan, tapi posisinya masih kerja sama dengan pihak ketiga. Nah, sekarang dalam rangka penguatan kelembagaan itu, kami akan mengelola sendiri lewat badan usaha yang kami bentuk,” ujarnya.
Masih dalam perspektif jihad ekonomi, lanjut Hasan, PDM Gresik akan masuk ke bisnis baru, yakni realestat atau properti. Tahap pertama, pihaknya akan membangun perumahan yang lokasinya tak jauh dari pusat kota Gresik.
Perumahan yang akan dibangun itu, sementara diutamakan untuk memenuhi kebutuhan papan para karyawan amal usaha Muhammadiyah (AUM), selanjutnya dibuka secara umum kepada masyarakat.
“Ya, tahap pertama kita tawarkan dulu kepada para karyawan di berbagai AUM yang membutuhkan rumah, sebelum akhirnya kami buka untuk masyarakat umum,” pungkas Hasan. (ali)











