• Beranda
  • CARRIER
  • DISCLAIMER
  • Dukungan
  • Home 1
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Home 6
  • Kantor Bidik
  • kantor Depan bidik
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tarif Iklan Cetak
  • Tarif Iklan Online
  • TENTANG KAMI
  • Terms of Service
Bidik.news
Baner Iklan
  • HOME
  • HUKUM KRIMINAL
  • JAWA TIMUR
    • BANYUWANGI
    • GRESIK
    • JEMBER
    • KEDIRI
    • KOTA BATU
    • LAMONGAN
    • MADIUN
    • MAGETAN
    • MALANG
    • MOJOKERTO
    • NGAWI
    • PACITAN
    • PAMEKASAN
    • PASURUAN
    • SAMPANG
    • SIDOARJO
    • SITUBONDO
    • SUMENEP
    • TRENGGALEK
    • TUBAN
    • TULUNGAGUNG
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • KABAR DESA
  • EKBIS
    • EKONOMI
  • GADGET
  • HIBURAN
  • PILKADA
  • WISATA
  • Seni dan Budaya
  • HANKAM
No Result
View All Result
  • HOME
  • HUKUM KRIMINAL
  • JAWA TIMUR
    • BANYUWANGI
    • GRESIK
    • JEMBER
    • KEDIRI
    • KOTA BATU
    • LAMONGAN
    • MADIUN
    • MAGETAN
    • MALANG
    • MOJOKERTO
    • NGAWI
    • PACITAN
    • PAMEKASAN
    • PASURUAN
    • SAMPANG
    • SIDOARJO
    • SITUBONDO
    • SUMENEP
    • TRENGGALEK
    • TUBAN
    • TULUNGAGUNG
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • KABAR DESA
  • EKBIS
    • EKONOMI
  • GADGET
  • HIBURAN
  • PILKADA
  • WISATA
  • Seni dan Budaya
  • HANKAM
No Result
View All Result
Bidik.news
No Result
View All Result
  • HOME
  • HUKUM KRIMINAL
  • JAWA TIMUR
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • KABAR DESA
  • EKBIS
  • GADGET
  • HIBURAN
  • PILKADA
  • WISATA
  • Seni dan Budaya
  • HANKAM
Home EKBIS

Merdeka Group: Menggali Sumber Daya Alam dengan Prinsip ESG untuk Masa Depan Berkelanjutan

Haria Kamandanu by Haria Kamandanu
2 months ago
in EKBIS
Reading Time: 2 mins read
0
Tom Malik, Head of Corporate Communication Merdeka Group saat media gathering BEI di Surabaya. (foto: hari/bidik.news)

Tom Malik, Head of Corporate Communication Merdeka Group saat media gathering BEI di Surabaya. (foto: hari/bidik.news)

0
SHARES
17
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA | bidik.news – Indonesia dikenal sebagai negeri yang kaya sumber daya alam. Dari Sabang hingga Merauke, bumi nusantara menyimpan kekayaan mineral yang menjadi penopang ekonomi nasional.

Pada tahun 2024, sektor pertambangan bahkan menyumbang Rp 2.090 triliun atau sekitar 9,44% dari total Produk Domestik Bruto (PDB) nasional yang mencapai Rp 22.139 triliun.

Namun, di balik gemerlap angka itu, ada tantangan besar, bagaimana menambang tanpa merusak dan bagaimana menghasilkan kemakmuran tanpa mengorbankan masa depan bumi?

Data global menunjukkan posisi Indonesia sebagai pemain utama dunia dalam industri tambang. Negeri ini menduduki peringkat pertama dunia dalam produksi dan cadangan nike logam penting bagi industri baterai kendaraan listrik dengan produksi sekitar 1,8 juta ton dan cadangan mencapai 55 juta ton.

Indonesia juga berada di peringkat 3 dunia dalam produksi timah, ke-5 dalam emas, serta ke-6 dalam produksi dan cadangan tembaga. Untuk batu bara dan bauksit, Indonesia masing-masing menempati peringkat 6 dan 7 dunia.

Kekayaan ini bukan hanya angka. Ia menjadi sumber devisa, pencipta lapangan kerja, penggerak ekonomi daerah, dan penopang pembangunan nasional.

Di tengah potensi besar itu, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) hadir sebagai salah satu perusahaan tambang nasional yang mengusung prinsip berkelanjutan. Melalui anak usahanya seperti PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) dan PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), grup ini mengelola tambang emas, tembaga, nikel, serta fasilitas pengolahan mineral bernilai tambah.

Hingga kini, Grup Merdeka mengelola sumber daya yang luar biasa: 36,4 juta ons emas, 8,5 juta ton tembaga, 13,8 juta ton nikel, dan 1 juta ton kobalt. Angka-angka itu bukan hanya mencerminkan skala bisnis, tapi juga tanggung jawab besar terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar tambang.

“Pertambangan bukan sekadar menggali sumber daya, tetapi juga bagaimana kita menjaga bumi dan menciptakan nilai untuk generasi mendatang,” ujar Tom Malik, Head of Corporate Communication Merdeka Group di Surabaya, Rabu (22/10/2025).

Era transisi energi menempatkan industri tambang dalam peran yang sangat strategis. Mineral seperti nikel, tembaga, dan kobalt adalah tulang punggung kendaraan listrik (EV) dan teknologi energi bersih.

Sebuah mobil listrik, misalnya, butuh hingga 6 kali lebih banyak mineral dibanding mobil konvensional. Artinya, tanpa pertambangan yang bertanggung jawab, mimpi dunia menuju ekonomi hijau takkan terwujud.

Namun, Tom mengingatkan, tantangan tetap besar. “Saat ini, 81% listrik Indonesia masih bersumber dari bahan bakar fosil. Maka, perubahan menuju energi bersih memerlukan ekosistem lengkap mulai dari bahan baku, teknologi, hingga tata kelola lingkungan yang kuat,” jelasnya.

Merdeka Group menjadi pelopor penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di industri tambang Indonesia. Sejak 2018, MDKA secara konsisten menerbitkan Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report) yang memuat dampak dan kinerja lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan.

Komitmen itu berbuah pengakuan internasional. Merdeka meraih peringkat MSCI ESG ‘A’, satu-satunya perusahaan tambang logam terdiversifikasi Indonesia yang mencapai level ini. Selain itu, Merdeka juga berada di peringkat pertama nasional dalam Risiko ESG Sustainalytics, serta termasuk dalam indeks ESG Sector Leaders IDX KEHATI dan ESG Quality 45 IDX KEHATI di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Merdeka juga menerima peringkat ‘B’ dari CDP (Carbon Disclosure Project) untuk pelaporan tahun 2024, sebuah pencapaian yang menegaskan keseriusan perusahaan terhadap transparansi dan akuntabilitas keberlanjutan.

Bagi Merdeka Group, keberlanjutan bukan sekadar kewajiban regulasi, melainkan bagian dari budaya perusahaan. Nilai-nilai keselamatan, tanggung jawab, dan inklusi menjadi fondasi setiap langkah.

“Komitmen terhadap keberlanjutan membutuhkan pemahaman yang mendalam tentang isu lingkungan dan sosial, kebijakan yang nyata, serta pelaporan yang transparan. Kami ingin tumbuh bersama masyarakat, tanpa meninggalkan bumi yang memberi kehidupan,” pungkasnya.

Related Posts:

  • WhatsApp Image 2024-11-08 at 15.55.09
    Indosat Indonesia AI Day 2024: Berdayakan Indonesia…
  • WhatsApp Image 2024-03-15 at 09.41.30
    Negara Tekor Besar, Pemerintah Diminta Evaluasi…
  • WhatsApp Image 2024-09-25 at 16.56.58
    PLN Siapkan Listrik Andal untuk Smelter Freeport…
  • IMG-20221007-WA0003
    Capai Nol Emisi, PLN Nusantara Power Raih 18…
  • WhatsApp Image 2024-02-18 at 13.29.35
    Cara PGN Hadapi Tantangan Optimasi Utilisasi Gas…
  • IMG-20231009-WA0056
    Kementerian ESDM: PLN Miliki Cara Tercepat Hasilkan…
Previous Post

SIG Perkuat Applied Research & Innovation Bersama I2RI

Next Post

Ekonomi Jatim Terkendali, Realisasi Pendapatan Negara Capai Rp178,56 Triliun

Haria Kamandanu

Haria Kamandanu

RelatedPosts

Ciptakan Generasi Unggul, Pemdes Katimoho Aktif Sosialisasikan Bahaya Narkoba
KABAR DESA

Ciptakan Generasi Unggul, Pemdes Katimoho Aktif Sosialisasikan Bahaya Narkoba

by M Rohim
11/12/2025
0

GRESIK I bidik.news - Pemerintah Desa (Pemdes) Katimoho, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik berkolaborasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) menggelar sosialisasi...

Read moreDetails
Hijaukan Kawasan Konservasi, Wisata Desa Karangkiring Kebomas Ditanami Ribuan Bibit Mangrove

Hijaukan Kawasan Konservasi, Wisata Desa Karangkiring Kebomas Ditanami Ribuan Bibit Mangrove

11/12/2025
Dukung UMKM, Koperasi Desa Merah Putih Jadi Harapan Baru Ekonomi Gedangkulut

Dukung UMKM, Koperasi Desa Merah Putih Jadi Harapan Baru Ekonomi Gedangkulut

11/12/2025

SIG Pasok 10.000 Ton Semen untuk Pembangunan Jembatan Kabanaran di Yogyakarta

11/12/2025

Jawa Timur Siap Susun RKPD 2027, Wakil Ketua DPRD Jatim dari Fraksi PDIP ini Ajak Kolaborasi Lintas Sektor

11/12/2025

Gandeng Kepolisian , Mawar Sharon Peduli Bagi 1000 Paket Sembako dan 1000 Porsi Makan Gratis ke Ojol dan Masyarakat Sidoarjo

11/12/2025
Next Post
Merdeka Group: Menggali Sumber Daya Alam dengan Prinsip ESG untuk Masa Depan Berkelanjutan

Ekonomi Jatim Terkendali, Realisasi Pendapatan Negara Capai Rp178,56 Triliun

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bidik.news

Bekerja dengan Mata Hati

Follow Us

Recent News

Ciptakan Generasi Unggul, Pemdes Katimoho Aktif Sosialisasikan Bahaya Narkoba

Ciptakan Generasi Unggul, Pemdes Katimoho Aktif Sosialisasikan Bahaya Narkoba

11/12/2025
Hijaukan Kawasan Konservasi, Wisata Desa Karangkiring Kebomas Ditanami Ribuan Bibit Mangrove

Hijaukan Kawasan Konservasi, Wisata Desa Karangkiring Kebomas Ditanami Ribuan Bibit Mangrove

11/12/2025
  • TENTANG KAMI
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privacy
  • DISCLAIMER
  • CARRIER
  • Tarif Iklan Online
  • Tarif Iklan Cetak
  • Dukungan

© 2025 PT Pulitzer Indonesia Media-IT Bidiknews.

No Result
View All Result
  • HOME
  • HUKUM KRIMINAL
  • JAWA TIMUR
    • BANYUWANGI
    • GRESIK
    • JEMBER
    • KEDIRI
    • KOTA BATU
    • LAMONGAN
    • MADIUN
    • MAGETAN
    • MALANG
    • MOJOKERTO
    • NGAWI
    • PACITAN
    • PAMEKASAN
    • PASURUAN
    • SAMPANG
    • SIDOARJO
    • SITUBONDO
    • SUMENEP
    • TRENGGALEK
    • TUBAN
    • TULUNGAGUNG
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • KABAR DESA
  • EKBIS
    • EKONOMI
  • GADGET
  • HIBURAN
  • PILKADA
  • WISATA
  • Seni dan Budaya
  • HANKAM

© 2025 PT Pulitzer Indonesia Media-IT Bidiknews.