JEMBER- Keberadaan Bandara Notohadinegoro yang hidup segan mati dak mau menjadi perhatian Bupati Jember, Ir H. Hendy Siswanto, usai menerima kunjungan Danlanud Abdulrahman Saleh, Marsekal Pertama Wayan Superman beberapa waktu lalu, Bupati sampaikan tekadnya untuk menghidupkan kembali Bandara Kebanggaan wong Jember ini.21 Mei 2021
Dengan penuh yakin dan optimis, Bupati Hendy yang didampingi Wakil Bupati Jember, Muhammad Balya Firjaun Barlaman atau Gus Firjaun serta forkopimda memberi keyakinan kepada Media bahwa Bandara Notohadinegoro bakal kembali hidup dan maju kedepannya.
“Kami menyampaikan kepada OPD, bahwa Bandara yang saat ini tidak beroperasi lagi ini bakal kembali hidup lagi,” tuturnya.
Sebelumnya bandara Notohadinegoro itu beroperasi setiap hari Jum’at, tapi sekarang sudah gak ada lagi karna waktu keberangkatannya jam 11 siang di saat orang mau sholat Jum’at, siapa yang mau naik pesawat.
Wing Air dan Citylink mau maju lagi, tapi Wing Air masuk duluan, kita ada garansi, seluruh OPD ketika mau ke Surabaya naik pesawat sambil di Jemput pakai mobil ketika di Surabaya, jadi seluruh OPD ketika ke Surabaya wajib menaiki pesawat
Ini upaya kita membantu akupansi dari maskapai sebanyak 55%(44 set dari 72 set) baru mereka bisa beroperasi, ini yang kami support.
Disisi lain, kami memberikan gambaran kepada masyarakat bahwa pesawat ini ada terus, karna sudah ada penumpang reguler.
Selanjutnya kami akan fasilitasi dengan lapangan Golf, lapangan golf kita akan perbaiki agar bisa menjadi alternatif bagi golongan menengah ke atas sekaligus menjadi daya tarik mereka untuk datang ke Jember.
Masih Bupati, selain adanya bandara dan fasilitas lapangan golf, kita akan segera perbaiki fasilitas jalan dan PJU menuju tempat wisata hingga ke jantung-jantung lokasi pariwisata. Kalau ini mengalami kenaikan tentu akan banyak orang mau ke Jember dan perlu transportasi cepat yaitu pesawat.
Kalau di tanya kapan ada penerbangan Jember-Jakarta ?, lihat akupansi dulu, kalau 3 aja pesawat reguler jurusan Jember – Surabaya, Jember – Denpasar jalan, saya yakin untuk mendapatkan penerbangan Jember – Jakarta sebentar.
“Kalau hanya memperpanjang runway line itu sederhana, sekarang kalau kita perpanjang runway dan datangkan pesawatnya tapi tidak ada penumpangnya kan repot.
” jadi kita siapkan pasarnya dulu, kita bikin rame, ada yang menarik di Jember ini baru kita lanjutkan langkah selanjutnya.
Ditanya soal target adanya penebangan Jember – Jakartan ?, Bupati menyampaikan “tahun depan, karna itu kesempatan satu-satunya, kalau tidak, kalah terus kita. Penduduk kita itu besar kalau tidak berani ngambil trayek Jember – Jakarta berat,” tegasnya.
Berkaitan dengan kebijakan Bupati yang mewajibkan para OPD menaiki pesawat saat Dinas ke Surabaya mendapat sorotan dari awak media terkait kemungkinan adanya pembengkakan anggaran perjalanan Dinas, ketika di tanyak apakah sudah terfasilitasi di APBD atau seperti apa?. Dengan jelas Bupati menyampaikan ” di APBD kita sudah fasilitasi untuk perjalanan darat, perjalanan kami sekarang harus pakai pesawat, karna kita memang perlu, maskapai-maskapai itu bukan milik pemerintah tapi milik swasta, kalau tidak menguntungkan buat apa, sebenanya daya tawar kita itu disitu,” pungkasnya.
“Wes Wayahe Jember Bangkit” adalah semangat kita bersama, bagaimana usaha dan upaya Pemerintah Kabupaten Jember di bawah pemerintahan Bupati-Wakil Bupati Jember, Ir. H. Hendy Siswanto – Muhammad Balya Firjaun Barlaman untuk membangun Jember segera terialisasi, tentu ini perlu dukungan dan partisipasi semua unsur dan elemen masyarakat pada keseluruhannya. (Monas)











