JAKARTA | Belum sebulan kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi) dibentuk . Ada salah satu menteri pilihan Jokowi yang paling laris manis mendapat kritik dari masyarakat terkait pernyataannya , yaitu menteri agama Fachrul Razi . Pasalnya menteri mantan petinggi TNI ini dalam beberapa pernyataannya dituding banyak mengundang pro dan kontra , bahkan dituding milustrasienimbulkan kegaduhan .
Salah satunya pernyataan Fachrul Razi terbaru yang mendapat protes dari PB . NU yaitu terkait khotbah Jumat di Masjid Istiqal Jakarta , dimana dalam khotbahnya Fachrul Razi tidak menggunakan sholawat yang merupakan rukun khotbah Jumat , menanggapi hal tersebut , Rois Syuriyah PB.NU . Masdar Farid Mas’udi kepada CNN Indonesia.com ,” Karena mungkin lupa saja , masa baca shalawat saja enggak mau ,” kata Masdar yang diikuti tawa bersama .
Sebelumnya , Fachrul Razi juga menuai kritik pada saat bertemu anggota komisi VIII DPR RI digedung parlemen Senayan , Jakarta , Kamis (7/11/2019) . Dimana dalam acara tersebut Fahcrul Razi banyak mendapat serangan kritik dari beberapa anggota dewan dari beberapa fraksi , utamanya terkait istilah isu radikalisme ,”
Kami dari fraksi PKS menginginkan kementerian agama menghentikan isu radikalisme , fokus saja membangun kerukunan umat beragama ,” ujar Isqan Qobal Lubis . Anggota dewan dari Fraksi PKB Maman Imanulhaq tak ketinggalan ikut mengkritisi sikap Fachrul Razi ,” Saya minta cara komunikasi publik diperbaiki , jangan demokrasi diisi dengan kegaduhan , saya berharap kementerian agama menjadi pelopor Clean Government ,” ujarnya .
Bukan saja itu, wacana mantan wakil Panglima TNI terkait larangan penggunaan cadar di instansi pemerintah juga menuai sorotan publik , salah satunya dari Direktur Eksekutif Indo Barometer , M.Qodari yang disampaikan dalam acara diskusi politik yang mengatakan ,” Bukan pernyataan yang merangkul , melainkan pernyataan yang membelah, ” ujarnya. (Imron)











