BIDIK NEWS | GRESIK – Menko Kamaritiman, Luhut Binsar Pandjahitan mengajak mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) untuk menjaga marwah NU.
“Kalian sebagai mahasiswa NU, sebagai generasi NU yang memiliki intelektualitas, harus dapat menjaga marwah dan nama baik NU,” kata Luhut dalam kuliah umum di Kampus Unusa, Kamis (7/2) sore.
Dalam materi kuliah umumnya, Luhut menjelaskan tentang keberhasilan-keberhasilan yang telah dicapai dan menjadi landasan Pemerintah dalam periode Presiden Joko Widodo.
“Sebagai prajurit, saya tidak akan membiarkan Indonesia didikte oleh negara mana pun. Indonesia negara besar dan harus mampu berdiri sendiri,” katanya.
Terkait dengan apa yang telah dilakukan Presiden Joko Widodo dalam 4 tahun terakhir, Luhut menegaskan, jika Presiden telah membawa Indonesia ke arah yang lebih baik dengan transparan.
“Janji menyediakan lapangan kerja bagi 10 juta penduduk telah tercapai. Fundamental ekonomi terus membaik bahkan jika dibanding negara-negara di dunia pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih baik,” katanya.
Sementara itu, Ketua Yayasan RSI Surabaya (Yarsis) yang membawahi Unusa, Prof Mohammad Nuh, dalam sambutannya menyampaikan, bahwa keberadaan Unusa disiapkan untuk menyiapkan 100 tahun usia NU pada 2026 mendatang.
Melalui Unusa, diharapkan generasi muda NU akan memperoleh ilmu pengetahuan dan pendidikan yang memadai untuk memasuki satu abad kemerdekaan Indonesia 2045.
Nuh juga mengingatkan dan mengajak warga NU, khususnya mahasiswa Unusa untuk menjaga suasana menjelang Pemilu dengan damai dan sejuk. Nuh mengilustrasikan suasana jelang Pemilu yang biasanya panas.
“Kalau panas biasanya berkeringat dan jika berkeringat, kita kepingin membuka baju. Padahal kalau sudah membuka baju, maka aurat akan terlihat, dan itu jika aurat terlihat maka sholat tidak sah,” kata Nuh.
Karena itu Nuh mengajak mahasiswa untuk menjaga suasana jangan sampai berkeringat dan membuka baju. “Hangat saja boleh, dan memang harus hangat, tapi jangan sampai panas dan berkeringat,” katanya. (hari)










