BIDIK NEWS |Kota Batu–Penanggulangan bencana tak lepas dari pelaku penanggulangan bencana. Diperlukan profesionalitas baik dari sisi pengetahuan dan kemampuan pelaku penanggulangan bencana untuk mendistribusikan peran sesuai dengan kompetensi masing-masing.
Untuk mengukur kompetensi pelaku penanggulangan bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu bekerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi Penanggulangan Bencana (LSP-PB) menggelar uji kompetensi penanggulangan bencana. Uji kompetensi tersebut ditempatkan di Tempat Uji Kompetensi (TUK) Penanggulangan Bencana BPBD Batu.
Uji kompetensi tersebut diampu 4 asesor dengan diikuti 22 asesi yang terdiri dari PMI, Tagana, Garda Relawan, personil BPBD Batu dan BPBD Jombang. Kabid TUK BPBD Batu, Ismu Buhana mengatakan uji kompetensi digelar mulai 13-15 November. Pada hari pertama (13/11) diawali dengan kegiatan pra asesmen selanjutnya kegiatan asesmen dilakukan sejak 14-15 November.
Ismu menerangkan uji kompetensi menjadi paramameter mengetahui dan memberikan pengakuan atas kompetensi kinerja pelaku penanggulangan bencana. Indikator kompetensi pelaku penanggulangan bencana tertuang dalam standart kerja kompetensi nasional Indonesia penanggulangan bencana (SKKNI PB).
“Kira-kira memenuhi standar apa tidak dalam melakukan kerja penanggulangan bencana. Semisal PMI sudah sesuai SOP atau tidak dalam memberikan pertolongan pertama. Begitu juga dengan Pusdalops, personilnya mampu atau tidak dalam mengumpulkan data dan informasi bencana,” papar Ismu yang sekaligus menjadi asesor LSP-PB.
TUK BPBD Batu, dijelaskan Ismu, hanya BPBD Batu yang memiliki TUK di level kota/kabupaten seluruh Indonesia pada saat ini. TUK harus diverifikasi LSP PB dan kriteria standartnya ditentukan pada aturan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
“Kaitannya dengan mutu yang diberikan kepada pelaku penanggulangan bencana,” ujarnya.
Ada tujuh okupasi yang dapat dilakukan uji kompetensi di tempat ini. Diantaranya, hunian, shelter, pelayanan air bersih, sanitasi, pelayanan pertolongan pertama, pusat data dan informasi, pencarian dan penyelamatan korban, distribusi bantuan logistik dan pengkajian cepat. (Did)











