BIDIK NEWS | BANYUWANGI Tak ingin kalah dengan Desa lainnya, Pemerintah Desa Pendarungan, Kecamatan Kabat mulai menggeliat dengan menggelar Festival Kuliner Jenang 2019.
Festival yang menyajikan aneka masakan jenang ini, digelar sepanjang jalan depan Kantor Desa Pendarungan, dan dibuka langsung oleh Camat Kabat, Drs. Susanto Wibowo, Minggu (17/02).
Ketua panitia Festival Kuliner Jenang 2019, Samsul Mu’arif mengatakan, digelarnya festival kuliber jenang ini hasil inisiatif para pemuda Karang Taruna Desa Pendarungan.
“Inisiatif ini muncul saat kita kumpul dan ngobrol bersama teman-teman Karang Taruna, dari obrolan itu kita usulkan, bagaimana kalau kita mengadakan festival, hingga akhirinya diputuskan mengangkat kuliner jenang,” ujar Samsul Mu’arif.
Pria yang akrab disapa Arif ini mengungkapkan, dipilihnya kuliner jenang karena banyak jenis dan filosofinya. Selain itu, masyarakat luar juga masih banyak yang belum mengenal dengan kuliner jenang ini.
“Dengan suguhan festival jenang ini, saya yakin masyarakat nantinya bisa tau berbagai macam dan filosofi jenang khas Banyuwangi,” imbuhnya.
Arif mengungkapkan, dalam festival jenang ini, pihaknya menawarkan sebanyak 15 jenis jenang, mulai jenang basah, jenang kering, dan jenang buah. Jenang basah diantaranya seperti jenang suro, jenang sapar, jenang sum-sum, jenang procot dan masih banyak lagi. Sedangkan jenis jenang kering dan jenang buah biasanya yang disuguhkan disaat hari Raya Idul Fitri, seperti jenang buah naga, jenang dodol, jenang tape dan sebagainya.
“Jenang jenis kering dan buah, biasanya bisa buat oleh-oleh, karena lebih awet,” jelasnya.
Arif menambahkan, tujuan digelarnya festival jenang ini yaitu untuk mengangkat ekonomi kreatif masyarakat. Karena itu kedepan pihaknya akan lebih menonjolkan kuliner khas jenang ini. Sedangkan festivalnya, rencananya akan diagendakan menjadi even tahunan.
“Meskipun kegiatan ini digelar pertama kali, alhamdulillah animo masyarakat sangat luar biasa, baik dari masyarakat Desa Pendarungan sendiri maupan masyarakat luar,” ungkapnya.
Kedepan lanjut Arif, kegiatan ini akan digelar rutin dua minggu sekali yaitu setiap hari Minggu sore. Karena usulan itu sudah ditawarkan kepada para peserta dan mereke menyetujuinya.
“Usai acara kita langsung rapat mendadak, dan para peserta mengaku senang dan dagangannya laris, maka dari kita tawarkan bagaimana kedepannya, alhamdulillah disetujui setiap dua minggu sekali,” beber Arif.
Sementara, Kepala Desa Pendarungan, Hamid Abdillah mengucapkan terima kasih kepada para peserta, dan panitia khususnya para pemuda Karang Taruna. Karena telah membuat kegiatan yang bermanfaat ini. Selain meningkatkan ekonomi kreatif masyarakat, juga menjadikan Desa Pendarungan untuk lebih dikenal masyarakat luar karena menjadi tempat tujuan wisata kuliner.
“Semoga kedepan kegiatan ini bisa masuk daftar agenda Banyuwangi Festival, sehingga bermanfaat bagi masyarakat Desa Pendarungan dan sekitarnya,” kata Hamid Abdillah.(nng)











