• Beranda
  • CARRIER
  • DISCLAIMER
  • Dukungan
  • Home 1
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Home 6
  • Kantor Bidik
  • kantor Depan bidik
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tarif Iklan Cetak
  • Tarif Iklan Online
  • TENTANG KAMI
  • Terms of Service
Bidik.news
Baner Iklan
  • HOME
  • HUKUM KRIMINAL
  • JAWA TIMUR
    • BANYUWANGI
    • GRESIK
    • JEMBER
    • KEDIRI
    • KOTA BATU
    • LAMONGAN
    • MADIUN
    • MAGETAN
    • MALANG
    • MOJOKERTO
    • NGAWI
    • PACITAN
    • PAMEKASAN
    • PASURUAN
    • SAMPANG
    • SIDOARJO
    • SITUBONDO
    • SUMENEP
    • TRENGGALEK
    • TUBAN
    • TULUNGAGUNG
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • KABAR DESA
  • EKBIS
    • EKONOMI
  • GADGET
  • HIBURAN
  • PILKADA
  • WISATA
  • Seni dan Budaya
  • HANKAM
No Result
View All Result
  • HOME
  • HUKUM KRIMINAL
  • JAWA TIMUR
    • BANYUWANGI
    • GRESIK
    • JEMBER
    • KEDIRI
    • KOTA BATU
    • LAMONGAN
    • MADIUN
    • MAGETAN
    • MALANG
    • MOJOKERTO
    • NGAWI
    • PACITAN
    • PAMEKASAN
    • PASURUAN
    • SAMPANG
    • SIDOARJO
    • SITUBONDO
    • SUMENEP
    • TRENGGALEK
    • TUBAN
    • TULUNGAGUNG
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • KABAR DESA
  • EKBIS
    • EKONOMI
  • GADGET
  • HIBURAN
  • PILKADA
  • WISATA
  • Seni dan Budaya
  • HANKAM
No Result
View All Result
Bidik.news
No Result
View All Result
  • HOME
  • HUKUM KRIMINAL
  • JAWA TIMUR
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • KABAR DESA
  • EKBIS
  • GADGET
  • HIBURAN
  • PILKADA
  • WISATA
  • Seni dan Budaya
  • HANKAM
Home POLITIK

Membumikan Pancasila di Tanah Indonesia

Ida by Ida
7 years ago
in POLITIK
Reading Time: 3 mins read
0
Reiza Al Ariyah M Susilo (Foto : Ist)

Reiza Al Ariyah M Susilo (Foto : Ist)

0
SHARES
4
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BIDIK NEWS | SURABAYA – “Pancasila dasar negara, rakyat adil makmur Sentosa. Pribadi bangsaku”, dari petikan lirik itu sudah tergambar jelas, Pancasila suatu falsafah ideologi yang berisikan pedoman dan tujuan hidup. 

Keberadaan Pancasila merupakan kharakter dan kepribadian bangsa sesungguhnya yang digali berdasarkan nilai-nilai kehidupan asli nusantara. “Maka, jika hari ini banyak orang atau golongan yang mempermasalahkan keberadaan dan eksistensi Pancasila sebagai dasar fundamental negara. Secara tidak langsung mereka juga lupa akan sejarah terbentuknya Pancasila,”  ungkap Reiza Al Ariyah M Susilo, Dosen Pancasila dan Kewarganegaraan Universitas Airlangga (Unair), Jumat (14/12).

Dikatakannya, keberadaan Pancasila di tengah keragaman seolah menjadi oasis di tengah padang tandus yang gersang. Menjadi solusi atas kebuntuan dan ini membuktikan Pancasila adalah kunci nyata atas permasalahan yang ada. Sehingga pengorbanan dan tujuan para founding father kita bisa dirasakan sampai saat ini. 

“Namun kenyataan hari ini sangatlah berbeda
dengan tujuan yang telah di tetapkan pada 73 tahun yang lalu. Pancasila sebagai nilai luhur dan penuntun dalam berkehidupan sepertinya tidak lagi menjadi kesepakatan yang harus di aminkan bersama, tidak lagi menjadi pemersatu atas perbedaan yang ada,” terangnya. 

Munculnya gerakan-gerakan radikal, baik agama ataupun ideologi, pelanggaran konstitusi sampai pengkonsumsian budaya luar yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa menjadi penanda yang tidak bisa kita elakkan. Sehingga saat ini Pancasila yang tersisa hanya sebatas nama, trend budaya, tagar, alat peraih simpati dan lainnya.

“Peran generasi millenial dan keberlangsungan ideologi Pancasila di tengah hiruk pikuknya kontestasi politik Indonesia, munculah satu generasi pamungkas yang berbekal semangat terbarukan khas pemuda Indonesia, yakni generasi millenial,” ujar Reiza.

Kemunculan generasi muda saat ini menjadi penanda sekaligus menjawab keraguan masyarakat akan kiprah dari kebiasaan anak muda itu sendiri yang biasanya diidentikkan dengan tindakan bersenang-senang/euforia. Melalui teknologi dan mudahnya informasi yang dibutuhkan, kini keberadaan mereka
menjadi sangat potensial dalam memberikan pemahaman kritis dalam menyoroti kebijakan pemerintah.

Besarnya atusias dalam memberikan sumbangsih pikiran yang berbeda memberikan warna tersendiri atas monochrome perpolitikan Indonesia yang lambat laun menuju kejenuhan. Secara keseluruhan, menyiratkan akan besarnya harapan dan perhatian mereka dalam mewujudkan Indonesia yang semakin sejahtera, sebagai mana yang dicita-citakan dalam UUD 1945. 

Disitulah yang menandakan transformasi kepemimpinan dan proses demokrasi berjalan sangat baik. Dengan demikian Indonesia memiliki jaminan untuk terus eksis dalam membuktikan ideologi Pancasila di mata dunia. kembali pada keaslian Pendidikan 5 kali pergantian kepemimpinan, 5 kali juga sistem pendidikan kita berubah. 

“Kenyataan inilah yang pada akhirnya menciptakan education lag pada sistem pendidikan kita. Alhasil yang terjadi adalah munculnya kurikulum yang tidak sesuai dengan ranah dan marwah pendidikan, kualitas pengajar yang buruk, pengetahuan yang tidak berbasis empiris, kebenaran yang tidak terukur, memunculkan generasi yang tidak berkualitas sampai membangun paradigma yang sesat,” tegasnya. 

“Seharusnya pendidikan menjadi sarana terpenting dalam berpedoman agar apa yang dilakukan menjadi terukur dan terarah, bukan berdasarkan kepentingan penguasa. Terlebih pendidikan moral dan etika sebagaimana yang ada dalam pembahasan Pancasila. Karena pendidikan merupakan proses transformasi ilmu yang dilakukan secara alami tanpa mengharap imbalan yang berakhir pada suatu kebenaran itu sendiri, yaitu kebenaran yang hakiki,” ujarnya. 

Nilai dan kaidah yang terkadung dalam Pancasila tidak semata-mata sebagi runutan kalimat yang tidak bermakna. Jauh di dalam itu terdapat nilai-nilai filosofis yang digali berdasarkan kepribadian bangsa. 

Implementasi Secara Nyata

Tanpa pengimplementasian, Pancasila sebagai bagian dari ilmu pengetahuan sama halnya dengan kemunculan mitos yang hanya mefokuskan pada penyampaian pesannya saja tanpa bisa dibuktikan kebenarannya. Sejatinya keilmuan yang benar-benar asli adalah keilmuan yang bisa dibuktikan secara nyata dengan memasukkan unsur empiris, objective, logic, rasional dan pendukung lainnya. 

Tanpa pembuktian dan pengimplementasian secara nyata, Pancasila sebagai bagian dari keilmuan belum dikatakan sempurna. Kebanyakan dari sistem pembelajaran hari ini hanya menekankan sebatas konsep saja. Terlebih jika itu berkaitan dengan ideologi, Pancasila khususnya. Yang terjadi adalah, ideologi dan keilmuan menjadi tidak berharga, terlupa dan layu ditelan tren budaya popular lainnya. 

Tidak hanya sebatas itu, keilmuan tanpa pengimplentasian juga akan melahirkan budaya perintah, budaya tanpa rasa malu, budaya yang tidak berbudaya. Yang lebih mengkhawatirkan adalah menciptakan kesesatan atau ketidaksadaran dalam berfikir yang dibungkus sistem yang membudaya.

Aturan yang Tersistematis

“Karena itu kita perlu menciptakan formulasi khusus yang ampuh dalam menghadapi segala macam bentuk tantangan yang ada. Yakni aturan yang tersistematis sebagaimana konstitusi mengatur segala aktifitas dalam berkehidupan di negara kita. Begitu juga dengan sistematisasi aturan yang harus serentak untuk dilakukan baik dari hulu sampai hilir, pemerintah yang berkuasa sampai lapisan masyarakat terbawah,” katanya. 

Jika hari ini butir-butir Pancasila tidak lagi berkesan di mata masyarakat luas, satu-satunya cara agar sistem dan segala bentuk aturan berjalan, yaitu harus kembali kepada filsafah dasar negara PANCASILA. Praktik dan pengimplementasian nilai-nilai Pancasila dalam setiap aktifitas serta didukung aturan sistem yang berlandaskan Pancasila akan melahirkan kharakter berjiwa kuat. Penulis : Reiza Ariya M.Susilo
Dosen Pamcasila dan Kewarganegaran Unair.

Related Posts:

  • wahyu saat mengulas islam dan pancasila
    DPC GMNI Malang Raya Ulas Relevansi Islam dan Pancasila
  • IMG-20221009-WA0048
    Gelar Wawasan Kebangsaan, Cak Dedi Soroti Turunnya…
  • la nyalla mattaliti
    La Nyalla Perintahkan Kader PP Surabaya Sukseskan…
  • IMG-20211205-WA0005
    Rasa Cinta Tanah Air Menurun, Cak Dedi Ingatkan…
  • IMG-20210601-WA0188
    Harlah Pancasila, Demokrat Ajak Warga Jatim Jaga…
  • IMG-20220427-WA0061
    Blegur Prijanggono : Nilai Pancasila Jangan Sampai…
Previous Post

Pentingnya Tata Kelola Perusahaan bagi Start-up

Next Post

Indosat Ooredoo Dukung Gerakan Menuju 100 Smart City 

Ida

Ida

RelatedPosts

DJKA & KAI Commuter Perpanjang Layanan Commuter Line hingga Stasiun Probolinggo
EKBIS

DJKA & KAI Commuter Perpanjang Layanan Commuter Line hingga Stasiun Probolinggo

by Haria Kamandanu
17/01/2026
0

SURABAYA | bidik.news -Perkembangan perkeretaapian terus menunjukkan peningkatan baik sarana ataupun prasarananya. Peningkatan ini tidak lepas dari peran pemerintah dalam...

Read moreDetails
Kecewa: Warga menjadikan jalan sebagai wahana atau sport pancinng.

Kecewa: Warga menjadikan jalan sebagai wahana atau sport pancinng.

17/01/2026
Kinerja Penjualan Eceran Kota Surabaya Desember 2025 Tetap Tumbuh Positif

Kinerja Penjualan Eceran Kota Surabaya Desember 2025 Tetap Tumbuh Positif

16/01/2026

PA Gresik Gandeng YLBH FT, Disnaker, Kominfo, dan Kadin Lindungi Hak Perempuan dan Anak Korban Perceraian

16/01/2026

Dihadiri Wagub Emil, PKDI Jatim Siap Sukseskan Program Nasional Meski Fiskal Desa Terbatas

16/01/2026

Kakanwil dan Kalapas se-Jatim Panen Raya Semangka di Banyuwangi

16/01/2026
Next Post
Indosat Ooredoo Dukung Gerakan Menuju 100 Smart City 

Indosat Ooredoo Dukung Gerakan Menuju 100 Smart City 

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bidik.news

Bekerja dengan Mata Hati

Follow Us

Recent News

DJKA & KAI Commuter Perpanjang Layanan Commuter Line hingga Stasiun Probolinggo

DJKA & KAI Commuter Perpanjang Layanan Commuter Line hingga Stasiun Probolinggo

17/01/2026
Kecewa: Warga menjadikan jalan sebagai wahana atau sport pancinng.

Kecewa: Warga menjadikan jalan sebagai wahana atau sport pancinng.

17/01/2026
  • TENTANG KAMI
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privacy
  • DISCLAIMER
  • CARRIER
  • Tarif Iklan Online
  • Tarif Iklan Cetak
  • Dukungan

© 2025 PT Pulitzer Indonesia Media-IT Bidiknews.

No Result
View All Result
  • HOME
  • HUKUM KRIMINAL
  • JAWA TIMUR
    • BANYUWANGI
    • GRESIK
    • JEMBER
    • KEDIRI
    • KOTA BATU
    • LAMONGAN
    • MADIUN
    • MAGETAN
    • MALANG
    • MOJOKERTO
    • NGAWI
    • PACITAN
    • PAMEKASAN
    • PASURUAN
    • SAMPANG
    • SIDOARJO
    • SITUBONDO
    • SUMENEP
    • TRENGGALEK
    • TUBAN
    • TULUNGAGUNG
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • KABAR DESA
  • EKBIS
    • EKONOMI
  • GADGET
  • HIBURAN
  • PILKADA
  • WISATA
  • Seni dan Budaya
  • HANKAM

© 2025 PT Pulitzer Indonesia Media-IT Bidiknews.