SURABAYA | bidik.news – Pada Februari 2024, Jawa Timur mengalami inflasi 0,49% (m-to-m) dan seluruh kab/kota IHK di Jatim mengalami inflasi.
Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mempunyai andil paling tinggi terhadap inflasi Jatim pada Februari 2024 baik pada inflasi bulan ke bulan, tahun ke tahun, maupun tahun kalender. Bahkan, inflasi (m-to-m) pada kelompok ini yang tertinggi dalam 13 bulan terakhir.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Zulkipli memaparkan, cabai merah mengalami inflasi (y-on-y) tertinggi pada Februari 2024, yaitu mencapai 114,23%. Beras memberikan andil inflasi (y-on-y) tertinggi 0,87% pada Februari 2024, rata-rata harga beras mencapai Rp14.920/kg.
“Perkembangan harga beras dalam beberapa bulan terakhir cenderung terus mengalami kenaikan setiap bulannya. Inflasi komoditas beras terjadi di seluruh kabupaten/kota, baik secara m-to-m maupun y-on-y. Secara m-to-m, inflasi beras tertinggi terjadi di Kab. Gresik sebesar 9,98% sedangkan secara y-on-y tertinggi di Sumenep sebesar 30,36%,” ujar Zulkipli, Jumat (1/3/2024).
Jika dilihat rata-rata harga per bulannya, maka terlihat harga komoditas daging ayam ras, telur ayam ras, cabai merah dan tomat pada Februari 2024 mengalami kenaikan, baik dibanding bulan sebelumnya maupun bulan yang sama di tahun sebelumnya.
“Secara umum, perubahan harga dari komoditas daging ayam ras dan telur ayam ras di 2024 cukup mengikuti tren perkembangan harga di tahun sebelumnya. Sedangkan perubahan harga komoditas cabai merah dan tomat memiliki nilai yang cukup tinggi dibanding 2 tahun lalu,” ucapnya.
Jika dilihat pergerakan rata-rata harga per bulannya, terlihat harga cabai rawit dan bawang merah mengalami penurunan sejak awal 2024. Rata-rata harga cabai rawit dan bawang merah pada Februari 2024 tercatat lebih rendah jika dibanding Januari 2024 dan Februari 2023.
“Secara umum, pergerakan harga di awal 2024 masih berada pada rentang rata-rata harga pada tahun 2022 dan 2023,” ujarnya.
Pada Februari 2024 terjadi inflasi year on year (y-on-y) sebesar 2,81% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 105,93. Inflasi tertinggi terjadi di Sumenep 4,62% dengan IHK sebesar 108,32 dan terendah terjadi di Jember 2,22% dengan IHK sebesar 105,70.











