GUNUNGKIDUL — Meski partai politik di Gunungkidul belum mengumumkan secara resmi siapa yang bakal calon bupati dan wakil bupati yang diusung, namun nama Sunaryanto dan Martanty, cukup menguat di wilayah basis rakyat Gunungkidul. Lingkungan Nahdlatul Ulama (NU) Gunungkidul kultural, sudah menyatakan bakal memberikan dukungan kuat pada Sunaryanto yang sudah blusukan sejak tiga tahun terakhir di struktural warga NU.
Ketua Majelis Wali Cabang (MWC) NU Kecamatan Ponjong Rojakharudin mengatakan, suara akar rumput banyak mendukung TNI aktif yang bekerja di Kementerian Pertahanan ini. “Kita hanya mendengarkan suara dari bawah, agaknya memang condong ke Pak Sunaryanto, “ ungkapnya di sela-sela silaturahmi NU dan Sunaryanto, Sabtu (7/3/2020) sebagaimana dikutip di laman Sindonews.com.
Meski NU lepas dari politik praktis, namun sebagai warga negara yang memiliki hak politik untuk memilih, maka untuk Pilkada Gunungkidul, NU menjatuhkan pilihan pada Sunaryanto. Penegasan itu disampaikan saat silaturahmi antara pengurus NU kabupaten hingga kecamatan bersama Mayor Sunaryanto itu pada Sabtu (7/3/2020).
Untuk diketahui Sunaryanto telah mendaftarkan bacabup ke DPD Golkar Gunungkidul pertengahan Februari 2020 lalu. Secara resmi DPD Golkar sudah menerika empat bakal calon bupati (bacabup) dan dua bakal calon wakil bupati (bacawabup). Mereka yang mendaftar sebagai bacabup Gunungkidul adalah Mayor Sunaryanto, Immawan Wahyudi, Sutrisno Wibowo, dan Dadang Iskandar. Sedangkan dua orang yang mendaftar bacawabup adalah Martanty Soenar Dewi dan Bahron Rosyid. Ini menunjukkan Partai Golkar tetap diminati meski hanya memiliki 5 kursi di DPRD Gunungkidul. “Karena memang ini amanat DPP, maka kami laksanakan proses pendaftaran. Dan ternyata kami juga diminati,” kata Sekretaris DPD Golkar Gunungkidul Heri Nugroho, kepada SINDOnews, Rabu (19/2/2020).
Menarik dari pendaftaran itu adalah bacawabup Martanty Soenar Dewi. Perempuan paruh baya ini merupakan asli putra daerah Gunungkidul, sama halnya dengan Mayor Sunaryanto. Hanya saja, Martanty, panggilan akrabnya, selama ini aktf di DPD Golkar Jatim. Saat mendaftarkan di DPD Golkar Gunungkidul, Martanty diantar puluhan temannya dari SMP Kecamatan Ponjong, Gunungkidul. ”Sebagai putera daerah, saya ingin balik kampung halaman, membangun daerah saya. Karena saya dibesarkan di Gunungkidul,” kata Martanty.
Wajar bila Martanty ikut bertarung dalam kancah Pilkada di Gunungkidul. Karena masih ada darah keturunan bupati di Gunung Kidul. Bupati pertama Gunung Kidul adalah buyutnya, Mas Tumenggung Pontjodirjo. Golkar sudah mengantongi satu nama untuk Bacabup Gunungkidul yang memiliki elektabilitas tinggi yakni Mayor Sunaryanto, sedangkan Bacawabup Golkar bisa menggandengkan Martanty Soenar Dewi. Hitungan kalkulasi koalisi bisa terjadi Golkar-Gerindra-PKB-PKS-PAN, atau Golkar-Gerindra-PKB-Demokrat-PAN. Atau koalisi penuh non PDI Perjuangan.











