ins datetime=”2018-07-01T13:27:00+00:00″>
BIDIK NEWS | SIDOARJO – Kekalahan dramatis pasukan Garuda Muda Tim Indonesia U19 atas Malaysia 3 – 4 lewat drama adu penalti kemarin malam, Kamis (12/7) berbuntut. Hal itu terkait padamnya lampu didalam stadion Delta Sidoarjo selama 5 menit jelang drama adu penalti antara Indonesia vs Malaysia di Piala AFF U19.
Pasalnya, penyelenggaraan Piala AFF yang dilangsungkan di Gelora Delta Sidoarjo sejak 1 Juli 2018 itu, pihak pengelola stadion hanya memanfaatkan listrik dari PLN untuk kepentingan penerangan di luar stadion saja.
Sedangkan untuk lampu sorot yang digunakan untuk menerangi lapangan Gelora Delta Sidoarjo dipasok dari genset berkapasitas 600 kW yang disediakan oleh pihak pengelola dan panitia pelaksana.
Hal tersebut diungkapkan Dwi Suryo Abdullah,
Manajer Komunikasi Hukum dan Administrasi
PLN Disjatim terkait adanya pemberitaan tentang padamnya lampu yang digunakan untuk menerangi Stadion Gelora Delta jelang adu penalti.
“PLN Disjatim sangat menyayangkan dan
menyesalkan atas keputusan yang dipilih pihak pengelola Gelora Delta Sidoarjo, karena dengan keputusan itu, genset berkekuatan 600 kW yang digunakan untuk lampu sorot tidak ada cadangannya. Sehingga sewaktu-waktu genset terganggu, lampu sorot akan padam. Karena listrik yang dari PLN tidak dihubungkan ke lampu sorot, mengingat kapasitasnya hanya 41,5 kVA,” ungkap Dwi Suryo, Jumat (13/7).
Sebelum penyelenggaraan AFF, lanjutnya, PLN telah menawarkan layanan khusus kepada pihak pengelola Gelora Delta Sidoarjo agar bisa mem-back-up pasokan listrik ke lampu sorot atau bahkan digunakan sebagai pasokan utama.
“Namun pihak pengelola memilih listrik dari PLN yang berdaya sambung 41,5 kVA hanya untuk penerangan di luar lampu sorot. Pada saat kejadian padamnya lampu sorot Gelora Delta Sidoarjo, pasokan listrik PLN dalam keadaan normal atau tidak terganggu,” pungkas Dwi Suryo. (hari)










