BANYUWANGI | BIDIK.NEWS – Menumpuknya sampah di Banyuwangi dalam beberapa hari terakhir menjadi perhatian khusus Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, Michael Edy Hariyanto.
Menurutnya, Banyuwangi belum memiliki lahan yang tepat untuk Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah. Memang saat ini sedang dipersiapkan lahan oleh Pemkab Banyuwangi yakni di wilayah Desa Sidowangi, Kecamatan Wongsorejo.
Namun, hal itu dinilai kurang tepat, karena Kecamatan Wongsorejo merupakan wilayah yang ada di sebelah utara, mestinya lokasinya berada ditengah-tengah, agar pendistribusian sampah bisa efisien dan tidak terlalu jauh.
“Kalau TPA nya ada diutara, pengangkutan sampah yang dari selatan bagaimana, pastinya akan kejauhan,” kata Michael, Senin (06/12/2022).
Dia juga mengungkapkan, permasalahan sampah di Banyuwangi kalau konsepnya hanya mencari tempat pembuangan, maka hal itu bukan merupakan sebuah solusi.
“Setiap saya turun ditengah masyarakat, disejumlah desa rata-rata banyak mengeluhkan tidak adanya tempat pembuangan sampah,” ucapnya.
Untuk mengatasi masalah sampah di Banyuwangi ini, salah satu solusinya adalah dengan mendirikan Bank Sampah. Sudah saatnya Banyuwangi mempunyai Bank Sampah yang modern dengan mesin yang kapasitas basar.
“Kalau sampah di Banyuwangi per harinya mencapai 200 ton, maka kita harus punya mesin yang 300 ton per hari,” jelasnya.
“Sampah itu kalau di proses daur ulang kan bisa menjadi pupuk organik, dan itu sangat bermanfaat bagi para petani,” imbuhnya.
Sebelumnya, untuk mengatasi menumpuknya sampah di sejumlah tempat penampungan sampah di Banyuwangi, politisi Partai Demokrat ini telah menyediakan lahan pribadinya seluas lebih dari 10 hektar sebagai tempat pembuangan akhir sementara.
“Lahan saya yang dipakai TPA itukan sifatnya hanya sementara, bisa dipakai 2 – 3 tahun, dan itu saya pinjami gratis tanpa ada sewa menyewa dan kepentingan apapun, apalagi untuk kepentingan politik. Ini murni saya lakukan untuk kepentingan masyarakat,” bebernya.
Pihaknyapun menyayangkan adanya sejumlah pihak menganggap bahwa yang dilakukannya ini merupakan sebuah kepentingan politik.
“Disini kembali saya tegaskan tidak ada kepentingan politik dalam hal ini,” tegas Michael.(nng)











