BIDIK NEWS | SURABAYA – Selama periode Maret – September 2018, persentase penduduk miskin Jatim mengalami penurunan 0,13 poin persen, yaitu dari 10,98 persen pada Maret 2018 menjadi 10,85 persen pada September 2018.
Penurunan 1 semester tersebut ditunjukkan dengan turunnya jumlah penduduk miskin sebesar 40,44 ribu jiwa yang semula 4.332,59 ribu jiwa pada Maret 2018 menjadi 4.292,15 ribu jiwa pada September 2018.
Secara umum, pada periode Maret 2011 – September 2018, tingkat kemiskinan di Jatim mengalami penurunan, kecuali pada September 2013 dan Maret 2015. Peningkatan angka kemiskinan pada September 2013 dan Maret 2015, antara lain dipicu oleh kenaikan harga barang kebutuhan pokok sebagai akibat dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
“Kalau ditinjau secara daerah, kota dan desa, selama periode Maret – September 2018, penurunan persentase penduduk miskin terjadi di perkotaan turun 0,08 poin persen dan di perdesaan turun 0,09 poin persen,” kata Teguh Pramono, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Selasa (15/1).
Beberapa faktor yang menyebabkan penurunan persentase penduduk miskin dikarenakan, selama periode Maret – September 2018 terjadi inflasi umum 0,95 persen. Lalu beberapa komoditi makanan mengalami perubahan indeks harga konsumen (IHK), yaitu komoditi beras mengalami penurunan 3,47 persen.
“Selanjutnya penurunan indeks juga terjadi pada komoditi gula pasir, cabe rawit, cabe merah, bawang merah dan bawang putih. Indeks upah buruh tanaman pangan mengalami kenaikan 4,30 persen, yaitu dari 144,46 pada Maret 2018 menjadi 148,76 pada September 2018,” pungkas Teguh. (hari)










