SURABAYA | BIDIK.NEWS – Anggota DPRD Jawa Timur Aufa Zhafiri mengatakan fenomena tingginya asusila di Malang Raya disebabkan beberapa faktor yang menjadi penyebab terjadinya peristiwa tersebut.
Politisi partai Gerindra ini mengatakan perlu ada edukasi kepada masyarakat bahwasanya siapa saja bisa menjadi korban tindak pidana asusila tersebut.
“Semua jenis gender, baik laki-laki maupun perempuan. Tua muda bahkan anak-anak bisa menjadi korban peristiwa asusila,” jelasnya saat dikonfirmasi, Minggu (21/8/2022).
Aufa mengatakan pemahaman soal asusila dan sejenisnya, perlu ditanamkan kepada masyarakat sebagai upaya pencegahan agar hal tersebut tidak terjadi di masyarakat, khususnya di Malang Raya.
“Perlu ada pengenalan bentuk-bentuk tindakan asusila kepada masyarakat. Baik secara fisik maupun verbal yang harus disampaikan kepada masyarakat agar tak menjadi korban,” jelasnya.
kemajuan teknologi, sambung bakal calon walikota Malang ini, masih juga mendukung perbuatan asusila ditengah masyarakat.
“Banyak kita jumpai situs-situs pornorgrafi yang masih bisa dibuka masyarakat meski saat ini sudah diblokir oleh Kominfo,” jelasnya.
Dikalangan remaja sendiri, lanjut aufa perlu ada pengawasan ketat untuk menekan adanya tindak pidana asusila dengan maksimalkan teknologi dan lingkungan. “Orang tua harus esktra ketat untuk menghindari anaknya dari tindak pidana asusila,” jelasnya.
Sekedar diketahui dari data yang masuk, tindakan asusila, terutama dengan anak menjadi korban kekerasan seksual di Malang dari Januari hingga Juli 2022, ada 134 perkara terkait UPPA (Unit Perlindungan Perempuan dan Anak). Dari jumlah tersebut, 40 perkara adalah kasus kekerasan seksual. Dimana 35 perkara tersebut adalah perkara kekerasan seksual dengan korban anak di bawah umur.
Dari 134 perkara itu, ada 5 perkara dimana pelakunya adalah anak-anak. Lalu 35 anak anak menjadi korban kekerasan seksual. Sementara 11 orang adalah tersangka seksual yang punya latar belakang orang dekat dengan korban. (rofik)











