SIDOARJO- Di sela-sela kesibukannsebagai pegawai aparatur sipil Negara (ASN), Arifin (54), warga Kenongo Kecamatan Tulangan Kabupaten Sidoarjo, berhasil mengembangkan usaha budidaya tanaman pisang Cavendish.
Dengan memanfaatkan lahan selaus 9.000 meter persegi, kini tanaman pisang Cavendish yang ditanam sejak enam bulan lalu tumbuh subur dan sudah berbuah, tinggal dua atau tiga bulan lagi sudah siap di panen.
Menurut Arifin, keinginan untuk menanam pisang berjenis Cavendish ini berawal dari saran seorang temannya yang juga seorang agen/distributor dari Driyorejo Gresik. Atas saran itulah kemudian ia mencoba menanam pisang Cavendish, Temannya berjanji kalau berhasil menanam, ia siap membelinya meskipun dengan jumlah besar. Karenanya Arifin semangat dan belajar menanam pisang Cavendish dan berhasil.
“Awalnya saya hanya menanam hanya beberapa bibit pohon pisang saja, lalu ada kiriman bibit lagi dari teman yang membawa dari desanya, selain itu memanfaatkan benih dari tetangganya yang lebih dulu menanam di lahan yang ada di sebelahnya. Alhamdulillah sampai saat ini sudah ada sekitar 200 an pohon yang siap berbuah dan sebagian lagi sudah siap di panen,” kata Arifin yang juga pegawai negeri di SMPN Wonoayu bagian Tata Usaha (TU) ini, Selasa (29/9/2020).
Kenapa memilih bisnis menanam pisang Cavendish, alasannya dibanding pisang lokal, harga pisang Cavendish sedikit lebih mahal, disamping pisangnya lebih besar dan panjang, kualitas rasanya lebih manis, buahnya juga sangat lebat. Harga panen dijual ke tengkulak/distributor antara Rp 4.000-Rp 5.000 per kilo gramnya.
“Satu pohon (satu tundun) harga di jual ke tengkulak bisa mencapai antara Rp 65.000- Rp 80.000 per pohon dan itu tergantung isi dan besar kecilnya. Kadang ada juga yang harganya sampai Rp 100.000 per tundun/ per pohon,” ujarnya.
Melihat peluang itu, Arifin sangat optimis bisnis baru yang digelutinya menjadi ladang bisnis yang menjanjikan karena tidak hanya buahnya yang mahal, bibitnya yang masih kecil juga di jual dengan harga Rp 13.000 per biji. “Memang di hari pertama tanam hasilnya menunggu satu tahun baru bisa di panen. Tetapi tahun selanjutnya bisa memanen tiga bulan sekali karena anaknya pohon induk sudah berbuah dan tinggal menikmati hasilnya,” pungkasnya.
Seperti diketahui, lahannya yang dulunya ditanami komoditi sayur-mayur kini mulai terlihat rumbun dengan ratusan tanaman buah pisang Cavendish. Namun sebagian lahan lagi masih ditanami komoditi sayur mayur sebagai selingan, seperti terong, lombok, timun, melon, tetap dipertahankan untuk mengisi kekosongan waktu di sore harinya selepas bekerja sebagai pegawai aparatur sipil negara.











