SURABAYA | bidik.news – Dalam rangka Kuliah Kerja Nyata (KKN), mahasiswi Universitas IKIP Veteran Semarang (IVET), Agus Ratna Sari dari jurusan RPL PG PAUD (NIM 2624120014), turut berperan aktif dalam kegiatan masyarakat di RT02/RW08 Kel. Pakis, Kec. Sawahan, Surabaya.
Mengusung tema “Mewujudkan Desa Resilient melalui Literasi Kebencanaan Berbasis Identitas Budaya Lokal”, program KKN ini dikemas dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat sekaligus meriah.
Puncak kegiatan digelar pada Minggu (31/8/2025) pagi berupa Jalan Sehat Bersama dalam rangka memperingati HUT ke-80 RI. Seluruh warga Dukuh Kupang Timur (DKT) RT.02 dari berbagai kalangan ikut serta, mulai dari anak-anak hingga lansia.
Tak hanya sekadar olahraga, kegiatan ini juga diwarnai dengan pendampingan UMKM. Berbagai makanan khas Surabaya dijajakan warga, sehingga suasana menjadi semarak sekaligus mendukung perekonomian lokal.
Uniknya, acara juga menghadirkan seni tari jaranan, salah satu budaya lokal yang terus dijaga kelestariannya. Agus Ratna Sari sendiri tak hanya menjadi panitia, tetapi juga ikut menari bersama warga, memperlihatkan semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap budaya bangsa.
Selain itu, literasi kebencanaan turut digaungkan dalam kegiatan ini. Mahasiswi IVET tersebut aktif mengajak warga untuk peduli lingkungan dengan membersihkan sampah dan memilah sampah plastik. Sampah yang terkumpul nantinya akan diolah menjadi kerajinan, sehingga bernilai guna dan ekonomis.
“Acara ini sangat meriah dan penuh kebersamaan. Harapan kami, melalui kegiatan ini warga semakin peduli kesehatan, ekonomi, budaya, sekaligus lingkungan,” ujar Agus Ratna Sari.
Ketua RT02/RW08 Wahyu Prasetiono mengungkapkan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, kegiatan ini sangat bagus, tentunya dengan adanya mahasiswi dari IVET yang ikut membantu, warga semakin bersemangat. Tidak hanya jalan sehat, tetapi juga ada pendampingan UMKM, pelestarian budaya jaranan, serta edukasi kebencanaan.
“Harapan saya, lewat jalan sehat ini warga selalu sehat dan tentunya bisa hidup rukun bersama,” ujar Wahyu.
Kegiatan KKN di Dukuh Kupang Timur ini menjadi contoh nyata bagaimana generasi muda berkolaborasi dengan masyarakat untuk membangun desa yang tangguh (resilient), sehat, dan berdaya melalui perpaduan olahraga, budaya, ekonomi, serta kepedulian lingkungan.









