SURABAYA – Pembuatan Pembatas Desa Banjargung dan Desa Penggaron yang akan dijadikan ikon Desa Banjaragung memanfaatkan sumber daya alam Desa Banjaragung berupa Bambu.
Dalam rilisnya kepada bidik.news, Jumat (18/1/2020), mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya yang sedang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Banjaragung menyulap bambu menjadi pembatas antar desa.
Para mahasiswa juga menerapkan Vertical Garden Hortikultura dengan memanfaatkan sampah plastik berupa botol. Di dalam botol akan ditanami tanaman hortikultura yang digantung di pembatas desa. Mereka juga menambahkan running text dengan perangkat panel surya yang memanfaatkan tenaga sinar matahari.
Running text di maksudkan untuk memberikan informasi kepada pengendara jalan, bahwa mereka telah memasuki wilayah Desa Banjaragung.











