SIDOARJO — Sebagai upaya pencegahan COVID-19 di tingkat desa banyak masyarakat terutama di toko – toko menyediakan tempat cuci tangan. Sehingga ketika ada orang yang hendak membeli diharuskan mencuci tangan terlebih dahulu.
Namun tempat cuci tangan bisa dikatakan masih kurang efektif. Karena pengguna masih menyentuh penutup kran ketika setelah mencuci tangan. Sehingga kemungkinan virus yang menempel pada kran masih dapat berpindah ke tangan meski setelah mencuci tangan.
Atas dasar inilah mahasiswa KKN berinovasi dengan cara membuat alat cuci tangan otomatis tanpa harus adanya sentuhan fisik antara pengguna dengan kran air. Dengan menggunakan alat ini pengguna hanya perlu mendekatkan tangannya ke tempat keluarnya air, maka air secara otomatis akan keluar.
Alat ini menggunakan beberapa komponen elektronik yang mudah didapatkan dan mudah untuk dirakit. selain itu alat ini juga diletakkan di toko ADIS JAYA TIRTA di Desa Sumobito Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang.
Karena toko merupakan salah satu tempat perekonomian di desa-desa sehingga banyak masyarakat yang mendatanginya untuk membeli keperluan sehari-hari.
Muhadzdzib Sayyidul Quthb selaku anggota KKN mandiri mengatakan. ”Kami membuat alat ini sebagai upaya pencegahan penyebaran virus covid-19, selain itu alat ini bekerja secara otomatis sehingga penggunaan air dapat dimaksimalkan dan pengguna tidak perlu khawatir lagi ketika lupa menutup keran air karena alat akan bekerja secara otomatis. alat ini kami letakkan di toko karena kebanyakan warga masyarakat setiap harinya pergi ke toko untuk membeli keperluan sehari-hari.”
Bapak gunawan selaku pemilik warung mengucapkan terimakasih atas pemberian alat ini, dan berharap semoga alat ini dapat bekerja dengan baik. untuk kedepannya diharapkan dapat dibuatkan alat semacam ini dalam jumlah yang banyak, sehingga akan ada alat semacam ini di depan setiap toko.










