SURABAYA l bidik news – Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, R. Harisandi Savari, mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk serius menjadikan Madura sebagai pusat industri garam nasional yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Menurutnya, potensi garam di Madura selama ini belum dikelola secara maksimal, padahal wilayah tersebut memiliki lahan produksi garam terbesar di Indonesia.
“Hari ini Madura tidak cukup hanya dikenal sebagai penghasil garam. Kita harus naik kelas menjadi kawasan industri garam nasional yang modern, mandiri, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Harisandi pada Sabtu ( 9/5/2026 ).
Ia menilai, selama bertahun-tahun petani garam Madura masih menghadapi persoalan klasik, mulai dari harga yang tidak stabil, minimnya gudang penyimpanan, lemahnya teknologi produksi, hingga masuknya garam impor yang sering kali memukul harga garam rakyat.
Karena itu, DPRD Jatim meminta pemerintah menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada petani garam lokal. Salah satunya dengan memperkuat hilirisasi industri garam melalui pembangunan kawasan industri berbasis garam di Madura, mulai dari industri konsumsi, farmasi, kosmetik, hingga kebutuhan industri nasional.
“Jangan sampai Madura hanya menjadi penonton di tanahnya sendiri. Garam Madura harus menjadi kekuatan ekonomi daerah dan sumber kesejahteraan masyarakat pesisir,” tegas Anggota Fraksi PKS DPRD Jatim.
Pria yang akrab di sapa Bang Haris ini juga menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur pendukung seperti akses distribusi, gudang modern, teknologi pengolahan, hingga dukungan pembiayaan bagi petani garam dan UMKM turunan garam.
Menurutnya, jika dikelola secara serius, industri garam dapat menjadi instrumen strategis untuk menekan angka kemiskinan dan pengangguran di Madura yang hingga kini masih relatif tinggi dibanding beberapa daerah lain di Jawa Timur.
“Ketika industri garam tumbuh, maka akan lahir lapangan kerja baru, usaha baru, dan perputaran ekonomi masyarakat pesisir. Ini bukan sekadar soal garam, tetapi soal masa depan ekonomi Madura,” katanya.
Ia pun berharap Pemprov Jatim dapat memasukkan pengembangan industri garam Madura sebagai program prioritas daerah, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, daerah, BUMD, dan sektor swasta agar Madura benar-benar menjadi poros industri garam Indonesia.( Rofik )











